Thursday, August 20, 2015

Ada satu lagi nih, tempat wisata murah meriah untuk keluarga yang sedang dibangun oleh pemerintah kota Batu yaitu "Hutan Kota Wisata Batu". Tempat wisata ini adalah sebuah taman dengan berbagai tanaman bunga di sekelilingnya. Juga di lengkapi dengan bangku-bangku dan gazebo untuk duduk bersantai di sepanjang taman. Di sini juga terdapat arena bermain anak atau playground yang bisa dinikmati anak-anak saat kita berada di sana. Di taman ini juga sudah menyediakan toilet/ kamar mandi umum untuk para pengunjung. 
Taman Hutan Kota Wisata Batu

Shining Batu

Saat kami berkunjung ke sana kemarin, terlihat taman ini masih baru dalam tahap pembangunan. Rumputnya masih baru ditanam sehingga belum terbentuk sebuah taman. Memang masih terlihat gersang, tapi pemandangan di sekitar lumayan indah dan sejuk.Taman ini sudah dibuka beberapa bulan yang lalu, jadi kita sudah bisa menikmati taman ini. Untuk menikmati taman ini, kita cukup membayar parkir saja Rp. 2.000/kendaraan. Sangat murah bukan?? 
Gazebo di sekeliling taman

View taman kota wisata batu

View Hutan Taman Kota Batu yang masih dalam tahap pembangunan
Jika dibandingkan dengan alun-alun Batu, Taman Hutan Kota Wisata Batu ini masih tergolong sepi pengunjung. Mungkin karena masih baru dibuka. Mungkin jika taman ini segera di sempurnakan pembangunannya, akan lebih bisa menarik para pengunjung untuk datang ke sana. 

Sekian ulasan saya seputar tempat wisata murah di Batu Malang. Semoga bisa jadi refrensi untuk Anda yang ingin berlibur bersama keluarga. 
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 8:52 PM No comments READ FULL POST
Wisata Pemandian Wendit berada di desa Mangliawan kecamatan Pakis, Malang. Tempat wisata ini menawarkan wisata pemandian dengan sumber air asli dari alam. Selain itu juga ada beberapa kolam renang buatan seperti water park dan kolam renang anak. Juga terdapat kolam arus yang bisa kita nikmati di sana.  Dan satu lagi kolam renang yang harus kalian coba di sana, yaitu kolam spa. Selain pemandian dan kolam renang, kita juga akan disuguhi pemandangan taman-taman yang rindang dengan pepohonan yang menjulang tinggi. Udaranya pun sangat sejuk. Juga terdapat banyak kera/monyet yang berkeliaran dan bergelantungan di sana. Monyet-monyet tersebut berbaur dengan para pengunjung di sana, seolah memperlihatkan bahwa mereka sudah terbiasa dengan hadirnya para pengunjung yang berkunjung ke sana. Selain itu juga terdapat arena bermain anak seperti ayunan,jungkat jungkit,bom-bom car, komedi putar,dll. Juga terdapat fasilitisa untuk outbond anak seperti fying fox, keliling dengan naik kuda,dll. Selain itu, kita bisa menyewa perahu dayung di sana, maupun naik perahu boot. 
Taman wisata pemandian wendit
Monyet-monyet yang berbaur dengan pengunjung
View lokasi penyewaan perahu dayung
Ukiran dinding di dalam gapura wendit
Untuk harga tiket di tempat wisata ini yaitu Rp. 10.200/dewasa dan Rp. 5.200/untuk anak2 diatas 3thn. Tiket parkir Rp. 2.000/sepeda motor. Harga makanan di sini tergolong masih murah dan standart, dibanding tempat wisata lainnya. Di sini harga semua makanan, souvenir maupun barang-barang yang dijual semua transparan, ada daftar harganya di depan dagangan maupun warung si penjual. Harga 1 mangkok bakso Rp. 6.0000, mie ayam Rp. 6.000,- , es degan Rp. 3.000,- , es teh Rp. 2.500,- , nasi goreng Rp. 7.000,- es campur Rp. 4.000,- dan masih banyak menu makanan lainnya yang bisa kalian nikmati di sana. Untuk menikmati arena bermain anak seperti bom-bom car dll, kalian harus bayar tiket lagi. Tapi tenang saja, harga tiketnya terjangkau kok. Untuk menikmati perahu dayung/ perahu boot, harga tiketnya berkisar antara 5.000-15.000. Apabila kalian ingin menikmati kolam arus, bayar tiket lagi sebesar Rp. 10.000,- . Untuk masuk ke waterpark tiketnya sebesar Rp. 17.500,- . Untuk menikmati kolam spa, harga tiketnya sebesar Rp. 10.000/orang. 
Kolam sumber air alam wendit 
View depan loket kolam arus
Kolam renang anak
Kolam spa untuk anak-anak dan dewasa
suasana kolam spa di Wendit
Water park wendit 
Nah, apabila kalian ingin menikmati kolam sumber air asli dari alam, tidak perlu membayar lagi. Kalian bisa langsung menikmati segernya sumber air di kolam pemandian wendit. Kolamnya tidak terlalu dalam, airnya bening dan seger. Sangat cocok untuk merefreshkan diri. Selain itu di kolam sumber air ini, kalian juga bisa berenang bersama ikan-ikan kecil yang hilir mudik di kolam ini. Fasilitas umum di sana pun, sudah memadai yaitu adanya beberapa kamar mandi dan ruang ganti. Juga terdapat mushola untuk beribadah. Warung-warung makanan juga banyak berjejer di sana. Tempat parkir pun nyaman dan adem di bawah rindangnya pepohonan. JUga terdapat pendopo, gazebo dan tempat duduk yang bisa digunakan pengunjung untuk sekedar beristirahat dan menikmati pemandangan di sana.
View kolam sumber air wendit
Pemandangan di sekitar kolam sumber air wendit
View sumber air dari depan pendopo
Pemandangan menuju kolam renang anak
Walaupun kami ke sana pada hari libur dan banyak pengunjung yang datang. Namun, lokasi wisata di sana tidak terlihat penuh sesak oleh pengunjung. Masih banyak tempat yang longgar untuk bersantai disana. Mungkin karena lahan tempat wisata di sana lumayan luas. Bisa juga karena pembagian kolam-kolam yang beraneka ragam sehingga tidak terlalu terlihat pengunjungnya. Atau mungkin tempat wisata ini belum terlalu melejit namanya sehingga belum banyak orang luar yang berkunjung ke sana. Entahlah, tapi saya sangat menikmati berwisata di sana bersama keluarga karena suasanya nyaman dan sejuk.
Pemandangan kolam depan waterpark
beningnya kolam sumber air wendit
Pendopo tempat untuk berteduh dan beristirahat
Perahu dayung
jembatan penyebrangan antara kolam renang anak dan water park
Manu makan siang kami, bawa bekal dari rumah,tapi tetep beli makan juga di sana,, :D

Sekian dulu cerita saya di taman wisata pemandian Wendit ini. Yang butuh tempat refreshing nyaman dan sejuk bisa datang ke sini. Salam,, ^_^
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 2:14 AM No comments READ FULL POST

Wednesday, August 19, 2015

Taman Indie merupakan salah satu tempat makan romantis dengan pemandangan yang indah di kota Malang. Selain tempatnya sangat klasik dan elegan, juga taman di sekitarnya ditata dan dirawat sedemikian rupa sehingga menjadi pemandangan yang sangat sejuk dan nyaman. Letaknya di samping sungai bango yang bersebrangan dengan jembatan yang dihiasi lampu kerlap kerlip di malam hari. Taman Indie lokasinya berada di jl. Lawang Sewu Golf No. 2-18, Kota Araya Malang. Tempat makan ini bersebelahan dengan Illy cafe. Dengan menggunakan konsep adat jawa, tempat makan ini berasa sekali seperti di keraton, ornamen serta assessoris yang dipajang adalah benda-benda klasik dan ala pedesaan.
Lobi depan Taman Indie 
View Taman Indie di parkiran
tempat makan di dekat lobi 
View Gazebo Taman Indie di malam hari
Di tempat ini disediakan berbagai macam menu makanan mulai dari makanan khas Indonesia sampai menu makanan Eropa. Untuk harga makanan di sini, menurut kantong saya agak lumayan mahal :D. Harus siap-siap bawa duit banyak kalo ke tempat ini,,, xixixi. Berikut beberapa harga makanan yang saya intip dari buku menunya :
- Nasi putih  Rp. 12.500/porsi
- Sop Tomyam seafood  Rp. 23.000/porsi
- Sop chicken vegetables Rp. 27.000/porsi
- Gurame   Rp. 70.000/ekor
- Nasi goreng seafood/chicken/ dll Rp. 45.000/porsi
- Cumi2 goreng Rp. 38.000/porsi
- Bakwan jagung Rp. 23.000/porsi
   dll

Menu Minuman :
- Mineral water  Rp. 10.000
- Soft Drink (Coca Cola,Fanta, Sprite) Rp 12.500
- Jasmine tea Rp. 17.500
- Wedang Ronde Rp. 23.000
dll

Untuk harga makanan Eropa, karena nama menunya sulit untuk saya hafal jadi saya tidak terlalu memperhatikan. Untuk menu makanan Indonesia sebenarnya masih banyak menu lainnya yang belum tertulis, jadi, jika kalian penasaran sama menu makanan lainnya, silakan datang langsung ke sana yah,, :D. Nah, menu yang kami pesan di sana, sangat-sangat sederhana alias paket hemat,, hehe. Kami cuma memesan nasi putih, sop tomyam seafood dan wedang ronde. Nasi putih disini dibungkus menggunakan daun pisang sehingga tampilannya terlihat unik. Untuk Sop Tomyam seafood kuahnya seperti kuah sayur lodeh menurut saya, tapi yang membuat beda adalah rasanya, rasa kuah sup tomyam ini begitu segar dengan paduan rasa pedas dan asam. Bumbunya sangat terasa dilidah, sangat menggugah selera untuk disantap apalagi di malam hari dengan udara yang cukup dingin di Malang, rasanya sangat hangat di badan. Isi sup ini adalah perpaduan antara sayur pepaya muda, tahu, udang dan ayam. Sayangnya, 1 porsi sup ini sangat sedikit porsinya menurut saya, karena hanya seukuran cangkir kopi. Untuk wedang rondenya,, rasanya juga tidak kalah mantap. Jahenya terasa, dan menghangatkan badan. Juga campuran isi dari wedang ronde ini yang berbentuk bulat-bulat dengan isi gula merah dicampur dengan kacang, sangat manis dan legit. Yummy!! Jadi walaupun dari segi harga lumayan wah, tapi memang cita rasa makanan di sini setara dengan harganya. Ditambah fasilitas yang tersedia disini sangat memadai.
Menu dinner at Taman Indie Kota Araya Malang
Nasi putih berbungkus daun pisang dan sup tomyam seafood
Dinner hemat tapi nikmat.. :D
View Jembatan Kota Araya
Disini kita juga bebas berfoto ria, karena tempatnya sangat cocok untuk background foto. Apalagi di malam hari, dengan ditemani suara jangkrik di pinggir sawah dan kebun, Ditambah suara gemericik air sungai yang mengalir di samping gazebo tempat makan tersebut. Juga pemandangan kerlap kerlip lampu jembatan di seberang jalan, menambah indahnya pemandangan di sana. Juga lilin-lilin  yang menyala di tiap gazebo menambah suasana keromantisan di tempat makan ini.
Teras Taman Indie
Jembatan di sebrang sungai Taman Indie
Suasana malam
Jembatan Kota Araya Malang
Okey,sekian dulu kisah kuliner saya di Kota Malang. Semoga bisa jadi referensi untuk kalian yang sedang mencari tempat makan romantis di Malang. See You ^_^
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 9:54 PM No comments READ FULL POST

Thursday, July 23, 2015

Haii guyss,,, Kita lanjutin lagi ya perjalanan kami di Kota Tuban. Setelah selesai menikmati pemandangan air terjun Nglirip yang aduhai, kami langsung lanjut ke Pantai pasir Putih Remen yang berjarak sekitar 25km dari air terjun Nglirip (info dari ibu warung di Nglirip). Nah, kami langsung mengikuti arah jalan raya alternatif Tuban. Hmm,, karena sinyal hp yang tidak bersahabat di sana, akhirnya kami tidak bisa searching di mbah google mengenai pantai yang ada di Tuban. Dari awal memang tidak niat ke pantai sih, hanya ke air terjun saja, namun sayang kan sudah jauh-jauh ke Tuban hanya satu tempat yang dikunjungi. Jadi kami putuskan berselancar di objek wisata lainnya. Akhirnya setelah bertanya-tanya pada orang dan ketemu salah satu teman rekan kami yang bertempat tinggal di Tuban, kami pun langsung dapet satu destinasi pantai yaitu pasir putih Remen. Jalur pantainya lumayan mudah ditempuh karena berada di jalur pantura arah Kota Tuban. Di sepanjang jalan pun kami menemui beberapa pantai, termasuk pantai Cemara yang berada pas dipinggir jalan Raya. 
pantai pasir putih Remen Tuban
Pohon cemara di sekitar pantai
Sesampainya di pantai pasir putih, waaahh,, gak nyangka, jalanannya penuh sesak dipadati pengunjung. Kami harus antri untuk mendapatkan tempat parkir di sana. Untuk parkir kami cukup membayar Rp. 3.000/sepeda motor. Di pantai pasir putih Remen ini, sama seperti pantai pada umumnya, tidak ada perbedaan. Hanya saja, di sini suasana pinggir pantainya lumayan adem karena banyak sekali pohon cemara di sekitarnya. Warung-warung di sana berjejer cukup banyak dipinggir pantai. Di belakang warung, terdapat rawa-rawa yang ditumbuhi semak belukar dan tumbuhan liar. Ombak di pantai ini lumayan kencang, sehingga pengunjung di larang mandi di laut. Air lautnya tergolong berwarna kuning kecoklatan. Namun karena pasirnya yang putih, sehingga warna lautnya pun tidak seberapa keliatan keruh. Pantai ini berada di Desa Remen kec. Jenu Kab. Tuban. 
Rawa-rawa di belakang warung
lagi banyak pengunjung

pohon cemara
View pantai pasir putih
Kami menghabiskan waktu selama 1 jam untuk keliling pantai dan berfoto selfi ria di sana. Setelah itu kami beristirahat di waung sambil ngadem setelah berpanas-panasan di pinggir pantai. Angin pantai yang semilir ke arah bikin ngantuk. Udaranya benar-benar sejuk di bawah tenda warung. Tidak lama setelah beristirahat, tepat jam 15.00 sore kami bergegas pulang agar tidak kemalaman sampai rumah. Begitu keluar dari pantai, walahh,,, jalannya macet total. Padahal, di pantai tadi sudah tertulis, jam 17.00 harus pulang. Tapi ini udah jam 15.00 sore masih banyak saja pengunjung yang baru datang. Wah, benar-benar padat liburan di sini. Untunglah kemacetan ini tidak sampai 30 menit. Setelah terhindar macet, kami pun malanjutkan perjalanan pulang. Sampai di rumah sekitar jam 18.30. Pas,, pulang pergi 3jam perjalanan.
nyantai dulu di warung


Demikian cerita adventure kami di kota Tuban. Lain kai kita cari destinasi lain yang lebih seru tentunya. Sekian dan terimakasih,,, daaaahhhh ^_^
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 10:35 PM No comments READ FULL POST
Woyooo,,,, akhirnya bisa mbolang lagi nih, setelah sekian lama vakum. Berasa muda lagi nih kalau uda cuci mata sama yang indah-indah di alam, hihihiii. Libur panjang kali ini kami berkunjung ke daerah Tuban, masih di kabupaten Jawa Timur. Kami berkunjung ke air terjun yang terkenal indah dengan viewnya, yaitu Nglirip yang berada di desa Mulyoagung kec. Singgahan kab. Tuban Jawa Timur. Dari sekian banyak air terjun yang pernah saya kunjungi selama ini, air terjun ini saya nobatkan jadi air terjun yang paling indah yang pernah saya kunjungi, so beautiful guys!!
Air terjun Nglirip Tuban

Biasanya air terjun di tempat lain identik dengan kejernihan airnya, udara dingin, pegunungan dan pemandangan bebatuan berwarna hitam dan abu-abu pada umumnya. Di air terjun nglirip, kalian akan temui beberapa perbedaan yang semakin menambah keindahan air terjun ini. Pertama jika air terjun pada umumnya kebanyakan di daerah gunung dan mengalir dari atas tebing yang tinggi, air terjun nglirip mengalir dari aliran arus sungai di bawah jembatan dekat jalan raya alternatif di daerah Tuban. Kedua, jika air terjun pada umumnya jernih dan bening airnya, di Nglirip airnya bening berwarna hijau tosca kebiru-biruan, bikin mata kita susah move on dari pemandangan itu. Benar-benar bikin takjub pemandangan airnya. Yang ketiga, bebatuan dan tebing di sana berwarna krem atau bisa juga kita sebut dengan batu kapur, sehingga pemandangan di sekitar air terjun tersebut semakin bercahaya. Warna bebatuan yang begitu cerah terpantul di bawah sinar matahari membuat pemandangan semakin cerah dan mempesona di sana. Pemandangan sungainya pun gak kalah indahnya,,, semua pemandangan alam sekitarnya benar-benar beautiful.

Aliran sungai di air terjun nglirip
Kami berangkat dari sidoarjo pada jam 06.00 pagi dan sampai di sana pada jam 09.00. Jadi kami menempuh perjalanan selama 3 jam. Karena kami belum pernah ke daerah Tuban sebelumnya, maka kami menggunakan GPS sebagai acuan selama perjalanan ke sana. Arah jalannya searah dengan arah menuju Semarang. Ikuti saja jalan raya menuju kota Semarang, dari  Krian-Gresik-Lamongan-Tuban. Sebenarnya jalur jalannya tidak terlalu sulit. Berhubung kami mengikuti GPS, duhh,,, jalurnya masuk-masuk desa, hutan, lewat tengah sawah dengan pemandangan jurang dipinggirnya. Udah gitu, jalurnya cuma jalan setapak, gak bisa dibuat lewat mobil, nanjak-najak berkelok-kelok. Di sepanjang jalan saya liat sungai-sungai di sekitar sana sangat kering airnya. Udah gitu ada yang butek dan kekuningan air sungainya. Dalam hati saya terus berpikir, wah, jangan-jangan air terjunnya gak ada airnya, kering. Duh, jangan-jangan air terjunnya airnya butek kekuningan kayak air sungai di sepanjang jalan ini. Aduuh,, masak jauh-jauh datang ke sini, lewat jalur gak karuan gitu pemandangannya mengecewakan?? Hmm,, hati ini terus berpikir macem-macem sepanjang jalan. 
pemandangannya guys!! bikin jatuh hati nih,, 

Sampai di sebuah desa, GPS nya mulai bikin bingung, ngikutin panahnya dibilang salah jalur, belok ke arah lain salah jalur, lurus salah jalur. Wah,, bikin bingung pokoknya,, akhirnya daripada kami ikut bingung ngikutin GPS, kami pun tanya warga sekitar arah menuju air terjun nglirip. Kata seorang ibu " jalan ini lurus belok kiri terus lurus aja naik ikutin jalan cor-coran sampai ujung, nanti ketemu jembatan, ya di situ air terjunnya". Wah, padahal kami tadi uda dari jalan situ bolak-balik, jalannya gak meyakinkan sih.  Akhirnya kami ikuti terus jalan tersebut. Sampai diujung jalan, ternyata sampailah kami di sebuah jembatan yang dibawahnya mengalir air sungai cukup bening. Lagi-lagi hati saya bergejolak, yah, kayaknya air terjunnya biasa aj nih, sama kayak air terjun lainnya. Sesampainya di sana, kami pun menyebrangi jembatan tersebut untuk parkir. Dan ternyata, air terjun disini bisa ditempuh lewat jalur jalan raya alternatif daerah Tuban. Bukan lewat jalan yang kami tempuh tadi, medannya lumayan bikin deg-deg.  Air terjun ini berada di pinggir jalan raya guys!!  Walah.... saya pikir, tempatnya terpelosok, terpencil dan masih jarang di kunjungi orang. Ternyata letaknya di pinggir jalan raya.. #gleekk. Hahaha.. kami semua cuma bisa tertawa kecut sampai sana. Tapi tak apalah,, jalur apapun yang penting sampai sana dengan selamat tanpa hambatan. :)
main air disini seggeeer
Biaya tiket masuk dan parkir di sana, tergolong cukup murah, biaya parkir cuma Rp. 3.000/sepeda motor. Biaya tiket masuk masuk Rp. 14.000 untuk 4 orang pengunjung. Yang tidak sempat bawa bekal, di sana sudah banyak warung-warung yang bisa kalian datangi. Harga satu porsi nasi+opor ayam Rp. 10.000,- . Es teh Rp. 4.000,- , harga gorengannya Rp. 1.000,- . Fasilitas di sana juga sudah lumayan memadai, yaitu sudah ada kamar mandi untuk ruang ganti. Sayangnya untuk tempat parkir mobil, masih tergolong kurang luas, karena tidak adanya lahan, sehingga parkir mobilnya di taruh dipinggir-pinggir jalan raya. Di atas wisata air terjun ini juga terdapat makam yang biasa digunakan untuk berziarah.



Untuk menuju air terjun dari tempat parkir kalian cuma perlu berjalan kaki sekitar 5 menit menuruni jalan setapak di sana. Karena kami berkunjung pada hari libur, maka suasana di sana cukup ramai di padati pengunjung. Sebenarnya area air terjun tersebut tidak diperbolehkan untuk berenang. Namun kemarin ada beberapa orang yang berenang di sana. Hmm,,, seandainya saya bisa berenang, pengen banget tuh nyemplung ke sana, airnya seggeer banget dan begitu menggoda untuk di jamah,, hihii. Banyak anak kecil yang main air disekitar aliran sungai Nglirip. Kami berempat cuma bisa foto-foto di sana, sambil duduk menikmati pemandangan. Yang jelas, happy banget deh bisa berkunjung ke sana,, gak rugi jauh-jauh dapet pemandangan yang indah-indah. hihi..
editan effect lomo
Setelah 2 jam berlalu kami pun naik ke atas, untuk istirahat ke warung mampir untuk sarapan. Sambil sarapan, kami pun bertanya pada si penjual wisata lainnya di dekat sana yang dekat-dekat. Dan ibu itu menyebut Goa Putri asih dan juga pantai pasir putih. Namun karena saya kurang begitu tertarik dengan wisata goa, maka kami pun melanjutkan perjalanan ke pantai pasir putih. 

Nah, sekian dulu perjalanan kami di air terjun Nglirip kabupaten Tuban. Sampai ketemu lagi di cerita manis kami di pantai pasir putih Tuban. Yang mau berencana berkunjung ke tempat ini, segera searching deh di mbah google letak jelasnya yaa..daaaahhhh 
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 2:27 AM 1 comment READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

My Fans

    Blogger news

    Blogroll

    About