Tuesday, April 29, 2014

Pantai Pelang merupakan salah satu wisata pantai yang ada di kabupaten Trenggalek. Letaknya berada di ujung daerah Trenggalek yang berbatasan dengan kabupaten Pacitan. Pantai ini termasuk salah satu destinasi tujuan wisata yang sudah dikelola oleh pemerintah setempat.  Fasilitas yang dibangun sudah cukup memadai seperti taman atau lapangan untuk bersantai, warung-warung makan disekitar lokasi wisata, tempat parkir, juga fasilitas kamar mandi dan sebuah jembatan yang menghubungkan tempat parkir dengan lokasi pantai. Pantai ini berada di desa Wonokoyo kecamatan Panggul. Pantai ini jaraknya lumayan jauh dari kota Trenggalek. Waktu tempuhnya sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan. Secara view, pantai ini tergolong pantai yang lumayan eksotis dengan pasir yang berwana coklat kehitaman. Dengan pemandangan pulau yang mirip dengan Tanah Lot di Bali. Namun menurut saya, pantainya agak seram dengan suara deburan ombak yang cukup kencang ditengah keheningan pantai yang agak suram. Suram yang saya maksud di sini adalah, karena pasirnya coklat kehitaman, membuat pemandangan disekitar pantai terlihat gelap dan tidak cerah. Ditambah ombak yang lumayan kencang sehingga menambah suasana di pantai menjadi agak merinding (hehe,, itu hanya perasaan saya saja, mungkin karena saya memang penakut, apalagi kalo identik dengan gelap, :D ). Namun, air laut di pantai ini lumayan indah, berwarna biru dan agak coklat di bagian pesisir pantai (airnya sebenarnya bening seperti pantai pada umumnya, namun karena pasir yang berwarna hitam kecoklatan jadi airnya terlihat coklat padahal sebenarnya bening).
Pantai Pelang 
Pemandangan ombak pantai Pelang diantara batu Karang
Lumut-lumut yang ada diatas batu karang
Suasana pantai yang sepi dan agak seram,, hehe
Dilarang mandi laut di pantai ini
View Pantai Pelang
Jembatan Pantai Pelang
Di wisata pantai pelang ini selain bisa melihat laut kita juga bisa melihat keindahan air terjun grojogan yang ada di sana. Air terjunnya sangat indah dengan batu-batuan berwarna kuning dan berjejer disekitar air terjun. Juga pemandangan yang asri disekitar air terjun tersebut. Rupanya air terjun ini merupakan tempat wisata favorite di sana karena pengunjungnya lebih banyak berada di air terjun daripada berlama-lama di pantai. Banyak pengunjung yang datang untuk bermain air di grojogan pelang ini. Airnya memang segar dengan suasana sejuk disekitarnya. Dan saya pun juga lebih suka berada di air terjun ini daripada di pantainya. Selain bisa fresh berada disini, juga suasananya benar-benar nyaman dan menyenangkan daripada di pantai yang membuat saya sedikit merinding, xixixi..
Air terjun Grojogan Pantai Pelang 
Indahnya pemandangan di air terjun Pelang
Aliran air terjun Pelang
Airnya mengalir begitu panjang disepanjang batu
Untuk masuk ke pantai ini kalian cukup membayar tiket masuk sekitar Rp. 8.000/org dan biaya parkir sepeda motor  Rp. 2.000, Jadi dua orang dengan satu sepeda motor Rp. 18.000,-. Kami ke sana saat sore hari sekitar jam 15.00 Wib. Kami kesana melalui jalur pacitan-Lorok dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Lumayan jauh dengan kondisi jalan yang lumayan rusak di beberapa titik. Saya sarankan tidak lewat jalan ini pada malam hari karena kondisi jalan yang sedikit membahayakan. Sebenarnya sudah ada pembangunan jalan di jalur tersebut, namun belum seluruhnya. diperbaiki.
Tiket masuk ke pantai Pelang
View air terjun Pelang, So beautiful..
Okey, sekian dulu kisah petualangan saya di Kabupaten Trenggalek. Semoga bisa jadi sedikit refrensi bagi yang ingin berkunjung ke sana. Salam hangat dari saya,,,,,,,,,,,,, ^_^
Posted by Unknown On 11:46 PM No comments READ FULL POST

Monday, April 28, 2014

Morning guys,,, 
Well, pagi ini saya akan melanjutkan perjalanan touring kami di kota kelahirannya Pak Sby yaitu Pacitan. Pagi itu kami berangkat dari penginapan sekitar jam 06.00 pagi. Kami menginap di daerah kota di Pacitan tidak jauh dari alun-alun. Hari ini kami ingin menuju ke pantai Banyu Tibo. Dari kota Pacitan, waktu tempuh yang harus kami lewati sekitar 1 jam untuk menuju pantai Banyu Tibo. Kami sebelumnya belum pernah ke sana dan belum tahu rute yang akan kami lalui. Namun berbekal informasi dari salah satu teman saya yang bekerja di sana, pantai Banyu tibo memiliki pemandangan yang tidak biasa dan mempunyai keindahan yang tidak dipunyai oleh pantai lainnya yang ada di sana. Sebenarnya, rencana awal kami akan berkunjung ke pantai Srau, tapi karena teman saya merekomendasikan pantai Banyu Tibo yang katanya super WOW itu, maka kami putuskan untuk berkunjung ke pantai Banyu Tibo. Karena kami tidak begitu paham jalanan di sana, kami pun sesekali bertanya pada penduduk sekitar. Jadi letak pantai Banyu Tibo ini bisa kita temukan searah dengan arah pantai Klayar dengan melewati jalur Solo-Jogja. Nanti setelah melewati kawasan wisata Goa Gong, kalian cukup ikuti arah jalan menuju pantai Klayar. Kemudian sampai di pertigaan pasar Kalak, kalian belok kanan saja dan ikuti jalan tersebut. Jalan menuju pantai Banyu Tibo tidak terlalu sulit. Hanya saja, untuk menuju pantai ini memang tidak ada plakat atau petunjuk jalan yang bisa kita temui. Tapi, kalian bisa bertanya pada penduduk sekitar di sana, penduduknya ramah-ramah loh,, . Well, sebelum sampai di pantai Banyu Tibo, di kiri jalan akan ada papan kayu yang bertuliskan pantai Buyutan. Nah, berarti kita masih harus lurus terus untuk menuju pantai Banyu tibo. Pantai ini berada di ujung jalan yang ada di pedesaan tersebut. Pantai Banyu Tibo letaknya di desa Widoro kecamatan Donorejo kabupaten Pacitan. Wilayah desa ini berada di perbatasan antara Pacitan dan Wonogiri. 
Pantai Banyu Tibo dari atas bukit
Suasana atas bukit yang masih permai dan asri
Pantai Banyu Tibo 
Ketika sampai di ujung jalan, kalian akan bertemu dengan spanduk yang bertuliskan pantai Banyu tibo. Pada jalan masuk ke pantai tersebut, ada sebuah kotak bagi pengunjung yang ingin sekedar beramal untuk melestarikan pantai tersebut. Tidak ada tarif tertentu, tidak ada penjagaan, seikhlasnya saja. Setelah itu kita bisa masuk ke jalan setapak menuju pantai Banyu Tibo ini. Waktu tempuhnya kira-kira sekitar 20 menit lah dari jalan. Jalannya naik turun, namun tidak terlalu terjal. Nanti di sepanjang jalan kalian akan bertemu dengan para petani yang sedang berkebun. Nampaknya di sepanjang jalan menuju pantai ini akan ada pembangunan jalan, karena di kanan kiri jalan banyak semen dan pasir yang siap diolah. Juga batu-batuan untuk mengaspal jalan. Semoga saja segera diperbaiki akses jalan menuju ke pantai ini, agar pengunjung tidak terlalu kesulitan untuk berkunjung ke sana. 
Sumbangan untuk pantai Banyu Tibo seikhlasnya
Akses jalan masuk ke pantai Banyu Tibo
Sebelum sampai di pantai Banyu Tibo, kalian akan disuguhkan pemandangan yang super cantik di sepanjang jalan. Di kiri jalan menjulang bukit-bukit hijau nan indah yang bisa kalian nikmati. Di dekat pantai juga ada sebuah bukit dengan padang rumput yang indah, dengan bentuk yang mirip seperti bukit teletubis di Bromo. Ternyata, di bukit itu kita bisa camping dan mendirikan tenda di sana. Di balik bukit ada sebuah kamar mandi yang bisa manfaatkan untuk mandi atau mencuci. Di dekat toilet tersebut juga ada sebuah sumber air yang benar-benar bersih dan jernih airnya. Juga terdapat hutan bakau yang cukup indah menghiasi bukit itu. Sesampainya di lokasi pantai Banyu tibo, kalian bisa memarkirkan kendaraan kalian di tempat parkir. Biaya parkir di sana cukup seikhlasnya saja. 
Hamparan pasir pantai Banyu Tibo
Muara pantai
Sesampainya di pantai ini, kita langsung akan disuguhi pemandangan lautan lepas dari atas bukit dengan air laut yang biru membentang luas. Tidak seperti pantai pada umumnya, disini kita tidak bisa langsung menuju tepi pantai karena kita berada di bukit tepat diatas pantai. Kita juga bisa melihat pemandangan air terjun dari atas. Ternyata air terjun yang di hasilkan pantai ini bukan merupakan air laut yang ada di sana, tapi air tawar yang dihasilkan oleh sumber air yang ada di sana. Sudah saya buktikan dengan mencicipi air terjunnya, rasanya tawar xixixixi....
Pemandangan laut diatas pantai Banyu Tibo
Batu kapur yang berbentuk ukir-ukiran cantik
Air terjun Banyu Tibo is beatiful
Okey, setelah puas menikmati pemandangan laut dari atas bukit, kami pun langsung turun menuju air terjun. Untuk bisa mandi dan bermain di pantai tersebut, kalian harus turun dari bukit dengan melewati air terjun ini.Tidak terlalu menyeramkan, justru menyenangkan. Air terjunnya mengalir deras dan indah dengan tebing-tebing dan bebatuan yang berbentuk seperti ukir-ukiran. Sungguh pemandangan yang menakjubkan buat saya. Setelah melewati air terjun, kita bisa turun menuju bibir pantai menggunakan tangga yang terbuat dari kayu. Sepertinya warga sekitar yang membuatkan tangga tersebut untuk pengunjung, agar pengunjung mudah untuk turun ke pantai. Awalnya saya lumayan tegang turun melewati tangga kayu ini, takut licin, tergelincir dan lain sebagainya. Namun, kerena air lautnya sangat menggoda untuk disentuh, maka sayapun segera turun, dan yeaahh, not bad. Saya pun berhasil turun dan bisa menginjakkan kaki di pasir putih nan kecoklatan tersebut. Pemandangan di bawah pantai jauh lebih indah. Kita bisa menikmati indahnya air terjun dari bawah, bisa menikmati gelombang air laut yang begitu menggoda, juga bisa menikmati batu-batu kapur dan karang yang membentuk ukir-ukiran indah.  
Mejeng dulu xixixi...
Main air
Terjangan ombaknya cantik
Mantap banget nih pantai
Pantai disini tenang, nyaman, masih alami, asri, pokoknya istimewa indahnya. Walaupun hamparan pantainya tidak terlalu panjang, namun keindahannya tidak kalah dengan pantai lainnya yang ada di Pacitan. Keistimewaan lainnya adalah kita bisa menikmati dua wisata sekaligus yaitu air terjun dan pantai. Jadi perjalanan kita semakin lengkap. Ada yang tertarik untuk berkunjung ke pantai ini??? Yuukkkk..... xixixi..
Posted by Unknown On 10:57 PM No comments READ FULL POST

Friday, April 25, 2014

Pantai Klayar merupakan salah satu pantai yang namanya sudah sangat Hot di Jawa Timur. Kenapa begitu?? Pantai yang dulunya masih jarang dikunjungi oleh wisatawan dan tergolong pantai yang indah dan sepi ini, kini sudah tidak sesepi dulu lagi. Bahkan pantai ini sudah terlihat seperti pasar dengan begitu banyaknya kerumunan orang dan kendaraan para wisatawan yang datang ke sana. Pantai yang terkenal dengan batu kapur mirip gambar sphink ini sudah benar-benar mendunia namanya. Banyak orang yang ingin melihat keindahan pantai ini dan berbondong-bondong datang ke sana. Pantai ini berada di kecamatan Donorejo sekitar 35 kilometer dari arah barat kota Pacitan. Waktu tempuh ke pantai ini sekitar 60 menit dari kota Pacitan. Untuk datang ke pantai ini pun tidak terlalu sulit karena informasi jalan menuju pantai ini sudah sangat jelas. Banyak plakat yang akan memberi petunjuk pada para wisatawan. Selain itu akses jalan ke pantai juga sama dengan akses jalur menuju kota Solo Jogja sehingga lebih memudahkan kita untuk menuju ke sana. 
Pengunjung yang membeludak di Pantai Klayar

Parkiran penuh
Sebenarnya ada dua jalur menuju pantai ini, satunya lewat jalur pantai Talang ria dan satunya lagi jalur Solo Jogja. Jika kalian mengikuti plakat arah ke Pantai Talang ria, kalian akan disuguhi pemandangan pantai dari atas bukit yang berkelok-kelok. Selain itu kalian bisa mampir ke beberapa pantai di sepanjang jalan ini. Kalian bisa mampir dulu ke pantai Talang ria yang jalurnya dekat dengan kota Pacitan, kemudian di pertigaan jalan kalian akan bertemu pantai Srau dan pantai Watu Karung. Saya sarankan ke pantai Srau dulu, baru ke pantai Watu Karung, itupun jika kalian ingin menjelajahi semua pantai di Pacitan. Setelah dari pantai Srau kalian bisa menuju pantai Watu Karung. Setelah dari pantai Watu Karung kalian bisa lanjut menuju pantai Klayar. Namun di perjalanan nanti kalian juga bisa mengunjungi pantai lainnya di sepanjang jalan menuju pantai Klayar seperti pantai Ngiriboyo dan pantai Pancer. 
Muara Pantai Klayar
Air laut surut 
Pasirnya bercampur dengan pasir hitam
Jika kalian lewat jalur Solo Jogja, kalian bisa menikmati suasana hutan dikiri kanan jalan. Selain itu sebelum sampai di pantai klayar, kalian bisa mampir ke wisata Goa Gong yang namanya sudah cukup terkenal dimana-mana. Juga ada plakat menuju pantai lainnya seperti pantai Nampu (pantai ini sudah masuk dalam batas wilayah Jawa Tengah di Wonogiri). Sebenarnya ada pantai-pantai lainnya yang tidak kalah indah dengan pantai Klayar, namun nama pantai ini belum begitu dikenal masyarakat dan tergolong pantai yang masih alami dan asri yaitu pantai Buyutan dan pantai Banyu Tibo. Akses jalannya searah dengan pantai Klayar,namun di pertigaan pasar Kalak kalian harus belok kanan untuk menuju pantai buyutan dan banyu tibo. Jika ingin ke pantai Klayar,kalian cukup lurus saja mengikuti arah plakat petunjuk jalan. Sebelum mencapai pantai Klayar, kalian juga bisa mampir dulu ke pantai Karang Bolong yang letaknya berdekatan dengan pantai Klayar. 
Pemandangan disekitar bebatuan
Batu sphink di belakang 
Ramai Pengunjung
Akses jalan menuju pantai Klayar melalui jalur Pantai Watu Karung lumayan terjal dengan jalan yang naik turun bukit dan kondisi jalan yang lumayan rusak. Hal itu diperparah lagi dengan membludaknya pengunjung di hari libur sehingga menyebabkan kemacetan jalan. Banyak mobil-mobil pribadi pengunjung yang diparkir di pinggir jalan dekat rumah penduduk sehingga banyak pengunjung lain yang tidak bisa masuk ke kawasan wisata ini. Jalan yang lumayan sempit itu membuat kami harus mengantri berjam-jam di sepanjang jalan untuk bergantian dengan pengunjung yang akan keluar dari pantai ini.Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 sore. Namun pengunjung yang datang semakin banyak dan semakin memenuhi jalanan di sana. Semua ingin berlibur dan menikmati keindahan pantai Klayar. Beruntunglah kami tidak terlalu lama berhenti di jalanan dan ikut menikmati kemacetan jalan. Karena kami langsung bisa menerobos kerumunan orang yang berjalan kaki dan segera menuju ke pantai. Sesampainya di depan pantai, kami disuguhi pemandangan yang cukup WOW, laksana berada di tengah pasar. Banyak kerumunan orang memenuhi pantai dan warung-warung di sana.  Di samping itu, parkiran pun penuh oleh mobil, bis dan sepeda motor pengunjung. Hingga kami harus mencari lokasi parkir yang bisa kami tempati. Yah,, benar-benar tidak seperti yang saya bayangkan. Saya membayangkan pantai ini indah, sunyi,sepi, masih alami, masih asri ternyata saya hanya bisa mengernyitkan dahi. Tampaknya saya tidak akan bisa menikmati pantai ini karena banyaknya manusia yang berjubel di sana.
Di atas area batu sphink

Batu Sphink di pantai Klayar
Air laut saat itu sedang surut sehingga tidak tampak ada gelombang air laut. Pasirnya berwarna putih kecoklatan. Bebatuan di pantai ini memang begitu mempesona, dengan warna putih dan berjajar menjulang tinggi di pinggir pantai. Yang membuat saya kembali bersemangat saat berada di sana adalah ketika melihat sebuah pantai kecil yang diapit oleh dua bebatuan yang berada di ujung pantai. Airnya terlihat biru bening dengan gelombang yang begitu agresif menerpa ke pesisir pantai. Di situlah letak keindahan pantai ini, disekitar batu sphink. Pemandangan yang disuguhkan memang benar-benar indah, apalagi jika kalian naik ke atas sederetan batu sphink tersebut, pemandangan laut dari atas terlihat eksotis. Untuk naik ke bebatuan sphink ini kalian kena tarif tiket masuk (tanpa tiket sebenarnya) seikhlasnya. Jadi kalian boleh bayar berapapun, terserah kalian untuk membayar guide di sana. Karena konon katanya lokasi diatas batu sphink ini sangat berbahaya. Jadi perlu pengawasan dari petugas. Dengar-dengar sih di belakang bebatuan ini ada semacam batu nggebros atau biasa disebut seruling air laut (bebatuan yang diterpa air laut kemudian muncrat ke atas melalui lubang batu dan menimbulkan bunyi). Namun, saat saya berada di atas sana, tidak ada pemandangan seperti itu. Yang ada hanyalah hamparan bebatuan putih yang indah bersama kerimunan pengunjung.
Menunggu datangnya sunset
Main air 
Setelah puas menikmati laut dari atas bebatuan sphink, kamipun turun, dan berjalan-jalan disekitar batu-batu dekat pantai utama. Di sana, pemandangannya pun lumayan indah. Di sinilah kami ingin menikmati sunset sore itu. Namun sayang, sepertinya tidak ada sunset karena awan mendung. Tiba-tiba gerimis datnag mengguyur pantai, dan kami pun segera menuju ke tepi pantai. Akhirnya kami putuskan untuk mengakhiri jalan-jalan kami di pantai tersebut karena waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 sore. Saya pun antri ke toilet untuk mandi dan ganti baju. Sayangnya saya benar-benar kurang beruntung karena menunggu berjam-jam di depan toilet namun tidak kunjung datang giliran saya. Kami pun mulai kesal dan sebal, dan akhirnya saya putuskan untuk tidak mandi dan tidak ganti baju. Lebih baik keluar dari pantai ini dan mencari pom bensin di kota untuk mandi. Setelah itu, kami pun benar-benar keluar dari wilayah pantai Klayar ini. Sebelum keluar pantai kami sempat melihat sunset loh di sana, Matahari hanya menampakkan cahayanya sebentar, kemudian tenggelam begitu saja. Sunset yang indah, lumayan untuk menghibur hati yang sedang kesal, xixixi..
Indahnya sunset di pantai Klayar

Menikmati sunset
Menikmati indahnya senja
Sekian dulu kisah kami di pantai Klayar kabupaten Pacitan Jawa Timur. Walaupun kesan pertama saya tidak begitu puas di pantai ini, namun pantai ini sebenarnya menyimpan banyak keindahan yang bisa kita nikmati. Hanya saja mungkin moment saya yang kurang tepat karena datang ke sana pada saat musim liburan. So, saya sarankan jangan pada saat hari libur ke sananya, biar bisa benar-benar menikmati pemandangan di sana. ^_^ Salam....
Posted by Unknown On 12:38 AM No comments READ FULL POST

Thursday, April 24, 2014

Museum Majapahit adalah salah satu museum peninggalan jaman kerajaan Majapahit dahulu kala yang berada di jalan pendopo Agung desa Trowulan dusun Trowulan kecamatan Trowulan Mojokerto. Museum ini dibangun oleh bupati Mojokerto yaitu Kanjeng adipati Ario Kromojoyo Adinegoro bersama arkeolog berkebangsaan Belanda Ir. Henry Maclaine Pont pada tahun 1924 dan baru dibuka 2 tahun kemudian pada tahun 1926.  Di Museum ini tersimpan berbagai macam peninggalan arkeologi dan artefak yang ditemukan di Trowulan Mojokerto seperti arca, patung batu, ukir-ukiran, logam, tanah liat, keramik dan lain sebagainya. Museum ini letaknya bersebelahan dengan kolam segaran Trowulan. Reruntuhan-reruntuhan bangunan kerajaan dan patung-patung jaman dahulu semua terkumpul di museum ini.
Museum Majapahit
Peninggalan batu-batu bersejarah
Selain sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala, museum ini juga menyajikan informasi mengenai peninggalan bersejarah yaitu candi-candi yang tersebar di beberapa kota di Jawa Timur seperti candi Kediri, Candi Singosari di Malang, Candi Jawi di Pasuruan dan beberapa candi lainnya. Museum ini juga biasa digunakan untuk penelitian para mahasiswa maupun anak-anak sekolah yang sedang mempelajari sejarah peninggalan kerajaan purbakala. Maka tidak heran jika setiap hari libur, museum ini akan ramai dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai kota maupun berbagai sekolah taman kanak-kanak maupun Sekolah Dasar.

Arca
Taman di samping Museum Majapahit
Disamping museum Majapahit, kalian bisa melihat beberapa pohon dengan buah bulat besar berwarna hijau yang menggantung di pohon. Tahukah kalian buah apa itu?? Yupp,, itu adalah buah Maja. Buah Maja merupakan buah yang rasanya pahit. Konon kabarnya, ketika Raden Wijaya dan pengikutnya membabat alas untuk dijadikan pemukiman, pengikutnya memakan buah maja muda yang rasanya pahit. Sehingga daerah itu dinamakan Majapahit dan tumbuh menjadi kerajaan Majapahit yang besar dan kuat di Nusantara.
Peninggalan bersejarah
Buah Maja
Patung naga di depan museum
Berkunjung ke museum sama adik2 tercinta
Begitulah sekilas sejarah mengenai Museum Majapahit dan nama Majapahit berasal. Ada yang tertarik kah untuk melihat peninggalan bersejarah disini?? Yuk datang ke museum Majapahit di Trowulan Mojokerto. ^_^ 
Posted by Unknown On 10:36 PM No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

My Fans

    Blogger news

    Blogroll

    About