Saturday, March 30, 2013

Pantai Sulanyah Bali
Pantai Sulanyah terletak di desa Seririt, Buleleng, Bali Jawa Timur. Pantai Sulanyah merupakan salah satu pantai yang ada di pulau Bali. Pantai ini belum terkenal dan belum mendunia namanya seperti pantai lainnya yang ada di Bali. Belum banyak yang mengetahui pantai ini, kecuali penduduk disekitar pantai ini. Pantainya tergolong mashi alami. Pasir di pantai ini berwarna hitam pekat yang membuat pantai ini terlihat sangat eksotis apalagi ketika matahari terbenam. Pantulan cahaya matahari seakan membuat laut di pantai ini terlihat seperti danau yang begitu tenang. Pantai ini hampir tidak memiliki ombak. Ombaknya begitu tenang, anginnya pun tenang dan suasananya sunyi. Tidak banyak pengunjung yang datang kesana. Bahkan warung yang ada di sana hanya ada satu. Biasanya yang beraktifitas di sana hanyalah nelayan yang mencari ikan dan penduduk sekitar. Di sekitar pantai dikelilingi oleh sawah-sawah penduduk. Pantai ini masih tergolong alami karena airnya begitu bening dan jernih. Walau pasirnya berwarna hitam pekat dan gelap, tapi kejernihan airnya tidak tertutupi sama sekali. Sebenarnya kesan saya ketika pertama kali datang ke tempat tersebut bukan tergolong pantai, tetapi lebih mirip dengan danau berpasir yang cukup luas, air tenang dan suasana sunyi. Untuk meyakinkan hati saya bahkan tempat tersebut merupakan laut, saya cicipi airnya. Ternyata memang benar air laut... rasanya ASIINN... hehe.. Nah, setelah tau bahwa rasa airnya asin, barulah saya percaya bahwa tempat tersebut benar-benar pantai.
Papan petunjuk arah pantai Sulanyah
Pasir hitam di pantai Sulanyah
Tidak ombak sama sekali di pantai
Resort di pantai Sulanyah

































 Tujuan kami awalnya bukan ke pantai ini, tapi ke danau bedugul. Tetapi berhubung waktu kami sangat terbatas akhirnya kami tidak jadi ke danau Bedugul. Acara pada waktu itu berkunjung ke rumah salah satu tetangga pihak panitia yang sudah pindah ke Bali. Rumahnya di daerah Seririt. Pemilik rumah memberikan informasi pada panitia bahwa di belakang rumahnya ada pantai. Jadi kami bisa mampir ke pantai tersebut. Maka dari itu panitia, langsung mengumumkan bahwa tujuan Bedugul di ganti ke Seririt. Dan pantai yang ada di daerah Seririt tersebut bernama pantai Sulanyah. Karena kami sampai di daerah Seririt pada pukul 14.00 siang waktu Bali, maka kami bermain di pantai tersebut hanya sebentar. Anak-anak kecil bisa berenang di sana, karena pantainya bening dan cukup dangkal. Ditambah tidak adanya ombak, jadi pantai tersebut aman untuk anak-anak. Tidak semua peserta datang ke pantai ini. Sebagian ada yang beristirahat di rumah yang kami singgahi, sebagian pergi ke pantai. Dan saya memilih ikut rombongan untuk pergi ke pantai.Perjalanan ke pantai Sulanyah ini merupakan perjalanan lanjutan kami dari Pantai Kute dan Tanah Lot kemarin.
Muara air sungai menuju air laut














Setelah senja tenggelam, kamipun kembali ke rumah yang kami singgahi untuk mandi dan sholat magrib. Setelah selesai, kamipun makan malam dan bersiap untuk pulang. Dan, perjalanan selama 3 hari 1 malam di Bali benar-benar perjalanan liburan yang singkat dan berkesan. Semua serba instan dan sebentar karena terbatas waktu. Tapi cukup menyenangkan. ^_^ . Sekian perjalanan kami di Bali. Semoga suatu saat bisa ke sana lagi.
Posted by Unknown On 10:49 PM No comments READ FULL POST

Friday, March 29, 2013

Bali..Bali.. Bali....
Bali merupakan tempat wisata yang sudah terkenal hingga pelosok dunia. Keindahannya membuat semua orang ingin mengunjunginya bukan hanya dari wisatawan domestik tapi juga wisatawan asing. Siapa sih yang tidak ingin datang ke sana?? Saya pun sangat antusias bila ada kesempatan datang ke Bali. Karena untuk datang ke sana membutuhkan waktu libur yang cukup panjang karena perjalanan yang cukup panjang melalui jalur darat. Dan libur kali ini saya manfaatkan untuk pergi ke Bali bersama ibu. Perjalanan dari Sidoarjo ke Banyuwangi sekitar 8 sampai 9 jam. Kami berangkat ke Bali bersama rombongan lainnya dengan menggunakan bis pariwisata. Kami berangkat pukul 19.00 Wib dan tiba di pelabuhan Banyuwagi sekitar jam 03.00 dini hari. Sesampainya di pelabuhan, kami harus mengantri untuk menyebrang ke pelabuhan Gili Manuk di Bali. Begitu banyak bis dan mobil yang ingin menyebrang ke Bali, sehingga pelabuhan Ketapang di Banyuwangi pada saat itu sangat penuh dipenuhi oleh orang-orang yang ingin pergi ke Bali. Setelah beberapa jam lamanya menunggu, akhirnya Bis kami bisa menyebrang pada jam 09.00 pagi. Bayangkan betapa lamanya kami harus antri. Sungguh kegiatan yang paling menjenuhkan adalah MENUNGGU. Setelah dapat giliran menyebrang, akhirnya kamipun bersemangat lagi. Kami naik kapal yang akan membawa kami ke Bali. Ketika kami melewati jembatan menuju kapal, ada beberapa anak kecil dan remaja di bawah laut yang melakukan atraksi berenang maupun menyelam. Biasa para pengunjung akan menjatuhkan uang logam maupun kertas untuk mereka ambil di dalam air. Setelah melihat-lihat atraksi tersebut, kami pun langsung menuju kapal untuk bergabung dengan yang lain.  Dan, karena tidak ingin ketinggalan moment berlayar di laut, saya pun memilih untuk berdiri di pinggir kapal untuk menikmati matahari pagi. Sambil melihat-lihat pemandangan air laut yang begitu biru. Dari atas pun terlihat beberapa ubur-ubur laut yang melintas di bawah kapal. Ada yang berwarna putih bening, ada yang berwarna pink. Benar-benar pemandangan yang asyik menurut saya.
Bis yang membawa rombongan kami menuju Bali

Sampai di Pelabuhan Banyuwangi

Pemandangan di pelabuhan

Suasana di dalam kapal saat menyebrang

Di atas kapal saat penyebrangan

Birunya air laut di pelabuhan
Setelah beberapa menit mengarungi samudra Bali, akhirnya sampailah kami di pelabuhan Gili Terawang Bali. Sesampainya di sana, kami segera naik bis kembali untuk melakukan perjalanan darat menuju Tanah Lot. Kami tiba di tanah lot sekitar pukul14.00 waktu Indonesia bagian Bali. Kami hanya diberi waktu 1 jam untuk berkeliling oleh pemandu wisata karena perjalanan kami masih jauh. Dan, tanpa menyia-nyiakan waktu, kamipun langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan ganti pakaian karena dari kemarin belum mandi. Setelah itu kami langsung bergegas menuju Tanah Lot.
Pelabuhan Gili Manuk Bali













Pelabuhan Gili Manuk















Ibu saya asyik sekali berbelanja di sana, sedangkan saya lebih suka berada di pantainya. Jadi kami pun berpisah. Ibu sibuk berbelanja dan saya berjalan-jalan di area Tanah Lot. Konon katanya Tanah Lot mempunyai makna tanah yang berada di atas laut. Di atas Tanah lot terdapat 1 pura tempat peribadatan umat hindu. Di sana juga terdapat sumber air Suci yang konon katanya sangat mujarab bagi orang yang meminumnya. Guide kami juga menceritakan bahwa ada mitos jika ke Tanah Lot tidak boleh membawa pasangan karena akan menyebabkan putusnya hubungan kedua insan tersebut. Tapi itu sebuah mitos teman. Entah percaya atau tidak tergantung keyakinan kita bagaimana menyikapinya.
Pasar menuju Tanah Lot

Gapura depan Tanah Lot

Suasana di dalam Tanah Lot

Batu karang di Tanah Lot

Tanah Lot

Pura di Tanah Lot













































Ombak di tanah lot ini sangat kencang. Jadi tidak diperkenankan untuk berenang di sini. Juga warna air lautnya kehitaman seperti pasirnya. Disini memang pantai pasir hitam. Di tanah Lot ini juga terdapat Gua Ular yang konon katanya juga suci. Tempat ini sangat indah dengan dikelilingi oleh karang-karang yang cukup besar dan adanya pura ditengah-tengah laut. Jika air sedang pasang kita tidak bisa menyebrang ke pura tersebut. Tetapi jika sedang surut kita bisa berjalan ke pura tersebut untuk berkeliling.
Beautiful View in Tanah Lot

















Setelah 1 jam sudah di sana, tibalah saatnya kami untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya yaitu ke pantai Kuta. Hari sudah mulai sore dan akan gelap. Hari itu menurut guide kami ada kunjungan dari Bpk. Presiden yaitu Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono sehingga jalan-jalan di Bali banyak yang dialihkan. Akhirnya kami sampailah di pantai Kuta sekitar jam 17.00 sore. Yah, agak kecewa sebenarnya karena begitu sampai kuta, langit sudah agak gelap. Pertanda waktu Magrib akan datang. Kami tidak bisa menikmati pemandangan Kuta yang katanya indah dan eksotis tersebut. Jadi kami pun hanya duduk-duduk dipinggir pantai sambil merasakan udara malam. Setelah beberapa menit di Kuta, kami semua satu rombongan bis memutuskan untuk pulang saja. Dan kamipun menunggu jemputan kami. Setelah jemputan kami datang, rute yang kami tuju adalah menuju ke JOGER. Tempat di mana disana banyak menjual barang-barang seperti kaos atau souvenir dengan tulisan lucu. Tapi sayang sekali, karena kemacetan yang terjadi di sana selama dua jam kami dijalan dan tidak kunjung sampai di Joger. Maka panitia memutuskan untuk membatalkan acara di Joger. Kami kecewa, tapi mau bagaimana lagi waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Dan joger pun akan tutup. Jadi kami semua dialihkan untuk berbelanja di Krisna. Toko yang menjual berbagai macam kaos, baju maupun souvenir dari Bali. Setelah sekitar satu jam berbelanja di sana. Tibalah saatnya kami untuk pulang menuju hotel. Setelah sampai hotel kami pun segera membersihkan diri dan beristirahat.
Pantai Kuta di senja hari

Kerlip lampu di Kuta

Beautiful view in Kuta

Memandang indahnya senja di pantai Kuta with my Mom






























Tujuan wisata selanjutnya adalah Pantai Sulanyah. Tapi saya akan menuliskan tentang pantai tersebut di sesi selanjutnya. Ok, kawan, sekian petualangan saya di kota Bali terutama di tanah lot dan krisna. Nantikan episode selanjutnya. Salam.,,, :)  
Posted by Unknown On 6:11 PM No comments READ FULL POST

Thursday, March 21, 2013

Tugu Monas Jakarta 27 November 2012
Welcome In Jakarta city.
Nah,, kali ini saya berkunjung ke tugu monas Jakarta. Saya ke Jakarta bukan dalam rangka berjalan-jalan. Tapi dalam rangka bekerja. Di perusahaan tempat di mana saya bekerja setiap tahunnya ikut berpartisipasi dalam pameran mesin di PRJ Jakarta. Nah, kebetulan tahun ini saya yang ditugaskan ke sana bersama rekan-rekan saya yang lainnya. Nah, kami berangkat pukul 4 pagi ke Bandara Juanda dan tiba di bandara Soekarno Hatta pada pukul 10.00. Setelah sampai, kamipun langsung ke lokasi exhibition untuk mempersiapkan segala keperluan pameran. Dari mulai merakit mesin, menata ruangan pameran juga menata katalog dan brosur yang akan kami gunakan untuk promosi di sana. Semua kami siapkan dengan semangat dan bergotong royong. Untuk yang laki-laki merakit mesin dan menata letak mesin. Sedangkan yang wanita menyiapkan alat tulis serta keperluan administrasi lainnya. Yah, walaupun berkeringat dan masih penuh debu, tapi kami semua saling membantu membersihkan ruang stand kami. Demi suksesnya acara tersebut. Nah, pukul 13,00 siang, saya dan teman saya pergi ke luar gedung PRJ untuk membeli makan siang untuk teman-teman yang lain. Ketika sampai di luar gedung, banyak warung yang menawarkan beranekaragam makanan, dari mulai makanan jawa sampai makanan betawi. KAmi singgah di salah satu warung dan memilih menu makanan. Nah, saya tertarik tuh pada satu makanan yang keliatannya lezat. Ketika saya tanya ke penjualnya " Makanan yang itu apa ya mbak namanya?" tanyaku pada si penjual. "itu balado jengkol mbak, menu istimewa kami". Wow,, jengkol?? saya sering mendengar namanya tapi gak pernah sekalipun mencobanya. 
Persiapan stand exhibition PRJ Jakarta
Dan saya meminta pendapat pada teman disebalah saya, " mbak sampean uda pernah nyoba jengkol belum? enak gak sih rasanya?" tanya saya, dan teman saya menjawab " pernah, enak ndah rasanya, kenyal". Kata teman saya. "Kalau gitu aku pesan balado jengkolnya ya mbak satu", pintaku pada si penjual. Dan sepontan temanku kaget dan berkata " eits,,, jangan pesan jengkol yah, rasanya memang enak, tapi baunya itu lo gak enak dimulut. Kita kan disini nanti banyak ketemu sama pengunjung pameran, masak bau mulut? kan gak enak", celetuk teman saya. " ha,ha,ha.. saya tertawa sendiri mendengarnya. Betul juga yah, kan gak lucu jika saya bicara dengan orang dan tiba-tiba orang tersebut menutup hidung, wah,, bisa kabur customer-customer yang datang, (hehehe... ). Akhirnya saya pesan menu lainnya. Dan kembali ke gedung exhibition untuk makan siang dan kembali bekerja. Kami menyiapkan segala keperluan pameran di sana sampai pukul 19.00 WIB. Setelah persiapan selesai, kami pun kembali ke hotel tempat dimana kami menginap. Setelah, mandi dan bersih-bersih kamipun berangkat ke Tugu Monas Jakarta.

Perjalanan kami dari hotel ke Monas terbilang dekat. Hanya beberapa menit kami pun sampai di Tugu Monas. Dan saya orang yang paling senang, karena teman-teman saya yang lain sudah sering ke sana. Ibarat kata mungkin saya yang paling katrok alisan ndeso,, haha.... Tak apalah, yang penting happy,, xixiixi.. Nah, sebenarnya saya pengen banget berkeliling di sana. Tapi berhubung Bapak-Bapak dan Ibu2 yang mendampingi saya di sana kelihat sudah lelah karena bekerja seharian tadi di tempat pameran, maka kami pun hanya singgah sebentar di sana. Sambil berfoto ria. 
Nah, sambil berpetualang di Monumen ini sambil belajar sejarah bangunan ini yuk... Mengulas sedikit tentang Tugu Monas Jakarta yang saya kutip dari beberapa sumber informasi. Monas atau Monumen Nasional merupakan icon kota Jakarta. Terletak di pusat kota Jakarta, menjadi tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Monas didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961. Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.


Menu sarapan hari pertama
Nah, itu sedikit sejarah tentang tugu Monas Jakarta. Bagi orang dari luar kota yang belum pernah ke Jakarta dan berkunjung ke kota ini, sepertinya harus coba mengunjungi monumen ini. Karena bangunan ini merupakan icon kota Jakarta. So, rasanya pasti kurang kalau belum berkunjung ke tempat ini.  Nah, kalau yang di bawah ini, ini adalah rekan kerja saya. Semua sudah berkeluarga kecuali saya,, xixixi.. Jadi yah,, saya ke sana bersama ibu dan bapak-bapak yang tentunya masih berjiwa muda seperti saya donk,, hahaha.... Setelah berkeliling dan menikmati tugu tersebut, kamipun beristirahat. Sekedar duduk-duduk di depan tugu. Suasana nya tenang, tidak terlalu rame pengunjung sehingga saya benar-benar bisa menikmati malam yang indah di tugu Monas.Setelah bersantai sebentar kamipun bergegas pulang. Perut sudah keroncongan minta diisi. Dan kami pun mengakhiri jalan-jalan ini dengan belanja kaos di sana. Alhamdulillah,,, walau sebentar berkesan di hati saya. ^_^ .  
Nah pagi harinya, kami pun bersiap-siap untuk bekerja. Bangun, mandi, sholat subuh dan bersiap mengenakan seragam serta menyiapkan alat-alat tulis dan peralatan untuk kerja. Sebelum berangkat, kamipun sarapan terlebih dahulu di lobi hotel. Selama di Jakarta kami menginap di hotel Golden daerah Jakarta Pusat. Lokasinya lumayan dekat dengan PRJ.    Dengan fasilitas yang oke dan kamar yang nyaman, hari pertama berada di sana, saya   bisa tidur dengan nyenyak. Mungkin karena kecapean seharian bekerja. Ditambah mandi dengan air hangat bikin badan fresh kembali.Setelah sarapan, kamipun bergegas berangkat ke gedung exhibition. Dengan lima personil yang sudah bersiap sejak pagi, kami pun keluar hotel untuk mencari taksi dan meluncur ke tempat pameran. Sampai di sana, gedung masih sepi. Kamipun langsung bersih-bersih dan merapikan kembali tatanan ruang stand kami supaya terlihat bersih dan rapi.
Foto bareng pak direktur dan keluarga
Setelah semua siap,, Let's go to work. Gak sabar menunggu pembukaan exhibition. Setelah di buka, wow, banyak pengunjung yang datang baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Semua yang datang tentunya pebisnis dan para pengusaha yang sedang mengembangkan usahanya. Ada juga supplier yang menawarkan spart part untuk mesin. Mayoritas yang datang ke sana kalau saya perhatikan banyak dari taiwan, cina dan ,jepang. Yang lain ada yang dari singapura, afrika dll, tapi mungkin hanya sedikit. Lainnya mayoritas warga kita sendiri Indonesia.
Customer from afrika
Kami di jakarta selama 5 hari. Dan selama 5 hari tersebut banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan. Mulai dari belajar hidup mandiri tanpa orang tua. Belajar menghargai waktu karena bekerja dari pagi sampai malam itu benar0benar menguras tenaga. Belajar untuk berkomunikasi yang baik dengan banyak orang. Dan satu yang paling berkesan, ketika banyak customer dari luar negeri yang bertanya tentang produk kami. Bahasa inggris yang pernah saya pelajari selama bertahun-tahun, akhirnya bermanfaat juga. Sudah lama tidak pernah mempraktekkan speak English lagi. Yah, pokoknya pengalam kerja yang menyenangkan bagi saya. ^_^ . Sekian cerita saya di kota Jakarta. Tunggu kisah saya lainnya kota Anda... hehehe.......
Posted by Unknown On 10:36 PM 2 comments READ FULL POST

Sunday, March 10, 2013

Hari minggu yang cerah kala itu.. Kami pergi mengunjungi air terjun cuban Talun di daerah Batu Malang. Lokasinya mudah di temukan karna ada petunjuk jalan. Arahnya sama dengan wisata Selecta dan ke arah Cangar. Karena baru pertama kali, kamipun mengikuti petunjuk jalan untuk datang ke tempat itu. Setelah sampai di pintu masuk, kami pun membayra tiket masuk untuk dua orang seharga Rp. 10.000, biaya parkirnya Rp. 2.000, Nah, setelah dari tempat parkir, untuk menuju lokasi tersebut kamu harus turun ke bawah untuk menyebrangi sungai. Sungainya dangkal pemirsa, jadi jangan khawatir jatuh asalkan hati-hati pasti selamat. Nah, setelah menyebrangi sungai 2x, barulah kita mendaki ke atas hutan melalui jalan setapak. Setelah itu turun lagi lewat hutan tersebut. Hanya ada satu jalan setapak , jadi jangan takut kesasar kawan. Setelah sekitar 1.5 km, kamu sudah bisa sampai di air terjun tersebut. Tempatnya indah, air yang mengalirpun begitu derasnya. Tetapi karena musim hujan, maka airnya sedikit keruh. Tapi tentu tidak mengurangi keindahan alam ciptaan Nya.. Nah, kita mulai yuk petualangannya,,,,
Ini gapura depan pintu masuk menuju wisata cuban Talun. Nanti ada petugas yang jaga disini. Dan kamu pun akan di tanya tujuan ke sana, untuk sekedar berkunjung melihat-lihat atau untuk camping. Bila camping, kalian harus laporan dulu pada petugas tersebut. Dan karena kami hanya ingin berkunjung, maka setelah membayar tiket masuk, kami pun langsung menuju tempat parkir..
Gapura pintu masuk
Setelah memarkirkan kendaraan,kita bisa langsung menuju ke lokasi dengan menyebrangi sungai ini. Sungai ini tampaknya di manfaatkan warga untuk mencuci kendaraan mereka. Banyak sepeda motor dan truk yang nagkring di sepanjang sungai ini.
Sungai untuk menuju ke lokasi air terjun
Setelah menyeberangi sungai kita mulai menyusuri jalan setapak melewati hutan-hutan yang cukup rimbun. Karena jalannya menurun, kita bisa mudah menyusuri jalan ini. Tapi hati-hati bila musim hujan, jalannya becek, dan licin yang bisa menyebabkan kalian terpeleset.
Jalan setapak menuju lokasi air terjun
Pemandangan yang indah di sepanjang sungai
Nah setelah menyusuri jalan setapak sekitar 30mnt, kalian akan segera sampai di area air terjun tersebut. Suara percikan airnya sudah terdengar dari kejauhan karena aliran airnya yang cukup deras.
air terjun di balik hutan
Dan,, inilah tampilan air terjun tersebut. Indah ya pemirsa,, dengan satu air terjun utama, dan dua aliran air yang bercabang menambah indah pemandangan wisata ini.
aliran sungai

Air terjun ini dikelilingi hutan belantara yang dipenuhi lumut disisi pohon-pohonya. Juga Batu-batu besar di sepanjang jalan.
 Nah, bila awal kedatangan kita harus menuruni jalan setapak, Untuk pulang kita harus menaiki jalan setapak tadi. Lumayan menguras tenaga karena perjalanan ini terasa berat. Ditambah bila kondisi jalan licin, jadi berhati-hatilah teman.
Jalan setapak yang agak licin
 Yah,,, lelahnya saya mendaki jalan setapak ini. Perjalanan terasa lama karena kami harus mendaki.
Setelah sampai di atas... Alhamdulillah... sudah tidak mendaki, dan kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju tempat parkir dan pulang. Sekian dulu petualangan saya di kota Malang. Bagi yang belum pernah ke sana,, bisa di coba. Menikmati indahnya ciptaan Allah Swt... ^_^
Posted by Unknown On 10:29 PM 2 comments READ FULL POST

Sunday, March 3, 2013

Ketika sepi merayapi hari..
Mulai ku termenung sendiri..
Sekedar mengusir sepi diri..
Ku tuliskan semua isi hati..
Dalam ketikan di layar ini..

Ku ketikkan semua yang ingin ku curahkan.
Ku ungkapkan semua yang pernah jadi pengalaman..
Diiringi music lembut sebagai teman
Semua tertulis sesuai keinginan..
Walau hanya sebuah coretan tangan...
Tapi ditulis dengan hati riang...
Semoga yang membaca juga senang...
 ^_^
Posted by Unknown On 9:53 PM 2 comments READ FULL POST
Masjid seribu pintu ini terdapat di daerah Turen kabupaten Malang Jawa Timur, tepatnya berada di area pondok pesantren Biharu Bahri’Asali Fadlaailir Rahmah Jl.Anggur Rt 27 Rw 06 Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan masjid Tiban. Masjid ini disebut sebagai Masjid Tiban dikarenakan anggapan masyarakat sekitar yang mengisukan bahwa masjid ini tiba-tiba ada. Arsitektur masjid ini begitu menakjubkan. Banyak ukir-ukiran huruf arab di setiap dindingnya. Ditambah dengan beranekaragam warna yang di pancarkan dari setiap dindingnya. Juga berbagai macam hiasan-hiasan lainnya yang mempercantik masjid ini. Keindahan arsitektur masjid ini sudah banyak di dengar orang. Dan biasanya masyarakat yang ingin wisata religi menuju tempat ini. Masjid ini selalu penuh dengan pengunjung. Apalagi pada hari minggu, begitu banyak bis-bis pariwisata maupun mobil yang di parkir di sekitar halaman masjid, maupun di rumah-rumah perkampungan penduduk. Orang dari jawa biasa menyebut masjid ini dengan nama masjid lawang sewu. Kenapa disebut demikian? Karena masjid ini memiliki banyak pintu. Seperti gambar yang tertera di bawah ini. Ini bagian dari samping bangunan masjid ini.
Dinding masjid dengan arsitektur yang indah
Nah, inilah tampilan masjid dari arah depan. Ketika memasuki kawasan ini kalian akan melewati gang yang di kanan kirinya dipenuhi oleh para penjual yang menjajakan berbagai macam barang jualan mereka seperti buah-buahan, berbagai macam kripik, accesories maupun oleh2 khas Malang.
Tampilan masjid dari arah depan
Hampir semua dinding masjid dipenuhi oleh berbagai macam motif keramik yang beraneka warna. Tatanan banguynan masjid ini begitu indah. Seperti tiang yang ada di dalam masjid ini. Kalian bisa lihat, semua tersusun rapi dan indah.
Tiang dan lantai yang beranekaragam corak dan motifnya
Banyak orang yang datang ke sini untuk melihat keindahan masjid ini. Bukan hanya itu, kita juga bisa merasakan ketenangan sholat di masjid ini.Lantainya pun bisa kita lihat banyak motif dan warna. Kebersihan sangatlah dijaga di tempat ini.
Nah, jika mau berkeliling di dalam masjid ini. Kalian juga bisa menikmati akurium ikan di sisi sebelah kanan masjid. Di dalamnya terdapat beberapa aquarium besar yang berisi beraneka ragam ikan. Berbagai macam bentuk dan jenis ikan dari mulai yang kecil hingga yang besar bisa kalian nikmati di sana. So, beautiful.. Juga bentuk dinding-dindingnya yang dibuat seperti dinding gua dengan cat berwarna hijau, membuat tempat ini lebih spesial lagi.
Aquarium dalam salah satu ruangan masjid
Ketika kamu akan memasuki masjid ini, kalian akan melewati sebuah ruang dimana dindingnya dipenuhi oleh aneka ukir-ukiran yang indah. Juda hiasan lampu-lampu yang semakin mempercantik tempat ini.
Lorong masuk ke masjid
Di sisi sebelah kanan masjid, kamu juga bisa melihat ukiran seperti gambar di bawah ini. Terdapat 3 kursi ukiran kayu yang cukup besar yang bisa kalian gunakan untuk duduk bersantai di sana.Di setiap jalan di luar masjid, kalian juga akan di suguhi oleh berbagai macam ukiran dinding yang subhanallah indahnya. Semua di ukir dengan perfect. Dan saya termasuk orang yang mengagumi masjid ini. Sungguh besar ya keagungan sang Kholik sehingga bisa melahirkan manusia-manusia hebat yang mampu menciptakan sesuatu yang hebat juga.
Nah, disisi lain masjid, ada juga sebuah ruang di mana kanan kirinya terdapat tempat duduk. Dindingnya masih berupa batu bata. Masjid ini masih dalam proses pembangunan dibeberapa sisi-sisinya.    
sisi luar bangunan masjid
Ada bangunan berbentuk guci raksasa juga loh. Indah banget ukirannya. Semua yang ada di masjid ini benar-benar tertata dan terdesain dengan baik. Semuanya mengagumkan.
guci raksasa diluar masjid
Nah, setelah asyik berkeliling masjid dan sholat di sana. Kalian bisa membeli oleh-oleh di gang depan masjid. Tempatnya seperti pasar kecil yang menjajakan banyak sekali makanan khas malang atau buah-buahan di sana terutama apel. harganya pun relatif standart menurut saya. Nah, biar dapet harga yang agak miring, kalian juga bisa menawar harganya. Kalau beli banyak pasti dapat diskon. Seperti saya uang 50rb cukup untuk beli buah alpukat 3kg & durian 3 buah. Mantap kan. Di tambah apel 1 kantong yang di bandrol 5rb perak. Lengkap sudah... xixiixi..
tawar menawar harga
Kini saatnya pulang dan menyudahi perjalanan ini dengan membaca hamdallah bersama-sama.. alhamdulillah... Nikmat yang Allah SWT berikan memang luar biasa dan kita patut mensyukurinya,,,, Wasaalamu'alaikum Wr.Wb..
Posted by Unknown On 6:17 PM No comments READ FULL POST
Kali ini saya akan menuliskan tentang pantai Kondang Merak yang ada di kabupaten Malang. Pantai Kondang Merak terletak di wilayah kecamatan Bantur, sekitar 64 km dari kota Malang. Arahnya sama dengan pantai Bale Kambang. Bila kamu-kamu ingin ke sana cukup ikuti petunjuk jalan ke arah pantai BAle Kambang. Dan bila sudah mendekati arah  pantai Bale Kambang, nanti akan ada perempatan jalan yang akan menunjukkan lokasi tempat ini. Yah dari perempatan bila kamu lurus akan ke arah ke pantai Bale Kambang. Untuk ke pantai Kondang Merak kamu bisa belok ke arah kanan. Bila kamu memilih belok ke arah kiri pantai yang kamu kunjungi adalah pantai Ngantep.
Nah, untuk menuju lokasi pantai Kondang Merak hati-hati pemirsa. Jalannya extrim dan masih berupa makadam, Bila kamu berkunjung ke sana hati-hati dengan jalan yang penuh lumpur dan becek. Usahakan bila ke sana benar-benar membawa kendaraan yang cukup kuat karena kondisi jalan yang rusak. Kirakira 45 menit dari perempatan jalan tadi kamu sudah bisa sampai ke pantai Kondang Merak. Di pos jaga nanti akan ada petugas yang berjaga-jaga. Nah tiket masuk pantai ini Rp. 4.000/org. Untuk parkir mobil sekitar Rp. 5.000,- Bila sudah mendekati lokasi pantai kalian akan bertemu dengan gapura ini. Kondisinya terlihat tidak terawat pemirsa. Kotor dan sudah usang. Mungkin sudah tidak digunakan lagi oleh penduduk setempat. Menurut saya sih begitu.. Nah, let's go kita masuk lokasi pantainya..
Gapura depan masuk lokasi pantai
Setelah memarkirkan kendaraan kami. Kami bergegas berkeliling sekitar pantai. Hmm,, ditemani hembusan angin-angin sepoi-sepoi  kami pun langsung menuju pinggir pantainya. Kami memarkirkan mobil di dekat perahu-perahu yang disandarkan oleh nelayan di sana. Pantainya lumayan indah, sayang di bibir pantai air lautnya tampak keruh sedikit. Padahal tidak jauh dari pinggiran pantai tersebut airnya biru dan bening. Mungkin karena musim hujan sehingga menyebabkan air laut di pinggir bibir pantai ini sedikit keruh. Tapi tidak mengurangi keindahan pantai ini.
Bibir pantai tempat nelayan menyandarkan perahu
Di tengah-tengah lautan yang indah itu banyak sekali gugusan-gugusan pulau kecil pemirsa. Karang-karang yang indah menjadi penghiasnya.Nah, di sisi pojok pantai terdapat semacam tempat arus air laut yang mengalir menuju teluk di dekat rumah-rumah warga. Bila ombaknya sedang pasang, airnya akan mengalir ke teluk tersebut. Kami pun tertarik untuk menuju tempat ini. Hmm.. Di sudut pantai ini terdapat berjejer-jejer karang yang indah. Kami pun segera menuju ke sana.
Pinggir pantai dekat karang
Sebelum menuju karang-karang tersebut kami pun mengambil gambar terlebih dahulu. Ombak di laut ini lumayan kencang pemirsa. Nah, ketika ombak pasang kami sempat mengambil gambar. Hmm... eksotis sekali bukan. Ombak di atas pasir putih yang kecoklatan menambah indah eksotisme pantai ini...
Ombak pantai yang indah
Disisi sebelah kanan, ada karang-karang besar yang menjulang indah juga. Ombak yang cukup besar menghantam karang-karang ini dengan indahnya. Hmm.. karena saya tertarik saya datangi dan naik di atas karang tersebut. Wow, cukup menakutkan karena ombaknya kencang. Tapi, benar-benar beautiful place.
Duduk diatas karang menikmati ombak
Nah, di sisi ini saya berada di dekat karang yang di atas. Dengan berjalan kaki menyusuri tepian pantai, saya menikmati pemandangan indah di pinggir pantai ini. Ombak yang cukup besar di pinggir karang yang indah menambah suasana hangat siang itu. Sambil menikmati angin yang semilir saya pun asyik duduk-duduk di pinggiran pantai ini.
Tepian pantai
Hmm... karena sudah tidak sabar lagi, saya pun duduk di pinggiran pantai, ingin merasakan lembutnya pasir dan hantaman ombak di pinggir pantai yang membuat hati saya tertarik. Brr... Segernya.... Ayo basah-basahan di sini. Asyik loh,,, :D
Menghayati ombak pantai,,, xixixi
Menikmati ombak dan air laut yang begitu indah,,,nyantai di pantai,,,hayati dan resapi.... udara air laut memang bikin fresh di hati... di tambah suasana yang mendukung.... feel at home,,,
Nah, bagian yang ini ada yang tau gak yah?? Ini adalah muara di pinggir pantai yang terhubung dengan air laut. Jadi air laut yang pasang akan mengalir ke muara ini pemirsa. Airnya bening dan tenang tidak seperti ombak di laut tadi. Tapi saya juga kurang tahu loh ini airnya asin apa tawar, karena saya tidak mencobanya kemarin, xixixi,,, Pemandangan muara yang indah dengan orang yang indah juga,, :D
Nah, saya dan teman saya juga tidak mau ketinggalan untuk menikmati indahnya muara ini. Rasanya pengen menceburkan diri di muara ini, tapi saya takut pemirsa, nanti kalau ada buaya gimana? (haha,, just in my dream). Nah, ini sambungan muara antara laut dan muara tersebut dengan dikelilingi oleh hutan belantara yang indah. Tempat ini tampak sangat menarik dan mempesona... setuju kan??
Muara laut
Dari muara, saya kembali ke pantai dan basah-basahan lagi yuk... main air lagi yuk,, segernya,,,
Nah, sambil bermain air, kami pun duduk-duduk dipingggir karang menikmati pantai. Dengan dikelilingi pohon-pohon yang rindang suasana bertambah semilir. Nah, setelah sedikit berjalan-jalan, kamipun lapar. Dari rumah saya masak sendiri loh pemirsa. Tapi ya, jangan protes dengan rasanya,, hehe,, makan seadanya dengan teman-teman saya.. xixixi
Ikan pindang,mie goreng,telok goreng, tempe,sambal,terong dan kerupuk
Nah, setelah makan kami pun berfoto-foto ria,mumpung lagi kumpul semuanya nih.. Kami kesini dengan 6 personil. Kami makan siang di dekat pelabuhan perahu para nelayan, di bawah pohon kelapa yang rindang.
Nyantai dulu habis makan
Nah, kami santai-santai lagi di sebelah karang.. Menikmati indahnya laut. Walau panasnya sangat terik saat itu tapi tidak mengurangi semangat kami untuk berjalan-jalan di sana. Subhanallah,,,, Memang Allah SWT menciptakan bumi dan isinya dengan begitu indahnya.... Benar-benar amazing.... :)
Rawa-rawa di dekat rumah penduduk
Pelabuhan perahu para nelayan
Nah, sekian dulu cerita dari saya.,, bagi yang tertarik untuk datang ke tempat ini silakan. Cocok buat kamu yang ingin bersantai dan menghirup udara seger di pantai.
Posted by Unknown On 7:00 AM No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

My Fans

    Blogger news

    Blogroll

    About