Thursday, February 6, 2014

Icon pantai Delodbrawah Bali
Pantai Delodbrawah Bali merupakan salah satu pantai eksotis yang ada di Bali. Nama pantai ini memang tidak terkenal seperti Pantai Kute namun pemandangan laut nya tidak kalah dengan pantai Kute.  Di pantai ini kita bisa menikmati birunya air laut diantara kilauan pasir hitam yang ada di sekeliling pantai. Yup, pantai yang indah ini pasirnya berwarna hitam bukan berpasir putih. Tapi justru hitamnya pasir di pantai ini yang membuat pantai ini tampak eksotis. Warna hitam berpadu dengan birunya air laut, sungguh indah nian. Ditambah dengan gulungan ombak yang cukup besar datang silih berganti menambah pesona indahnya pantai. Pantai Delodbrawah ini berada di desa Delodbrawah kecamatan Mendoyo kabupaten Jembrana Bali. Menurut penduduk di sekitar, pantai ini memang relatif sepi, pengunjung biasanya datang pada sore hari jika hari biasa. Jika hari Minggu atau hari libur, barulah wisata pantai ini agak ramai. Pantai ini biasanya digunakan untuk upacara adat di Bali. Untuk menikmati wisata pantai ini kita hanya membayar sebesar Rp. 3000/motor. Biaya tersebut untuk karcis masuk dan parkir sepeda motor. Di depan pantai, terdapat patung putri duyung yang cukup besar. Patung tersebut dijadikan simbol untuk wisata pantai tersebut. 
View disekitar pantai

View Pantai Delodbrawah dari depan
Indahnya ombak di pantai Delodbrawah
Ketika kami berkunjung ke pantai ini pada jam 10.00 pagi, pantai ini memang benar-benar sepi, tidak ada aktifitas apa-apa di dalam pantai. Tidak terlihat ada orang berjualan disekitarnya. Hanya ada beberapa orang berpakaian adat Bali yang seliweran di sana. Matahari pada saat itu cukup terik dan panas, mungkin karena itu orang-orang di sana malas untuk keluar rumah. Panasnya matahari tidak kami hiraukan, kami berjalan mengelilingi pantai. Yang membuat saya terpesona dengan pantai ini adalah hitamnya pasir yang mengelilingi laut tersebut tidak membuat air launya tampak keruh. Justru semakin membuatnya tampak cantik.



 Rasanya ingin sekali mandi laut di sana, tapi karena kondisi pantai yang sepi dengan ombak yang agak kencang, saya urungkan niat untuk bermain air. Cukup bermain di  pinggiran pantai saja dan berfoto-foto di sana. Saya rasa jika pantai ini lebih dirawat dengan baik dan di promosikan, pasti akan jadi tempat wisata yang ramai juga. Tempatnya memang jauh dari kota Denpasar, namun jika kita ke Bali lewat jalur laut, wisata pantai ini lebih dekat dengan jalur pelabuhan. Ada yang tertarik untuk datang ke pantai ini?? Monggo datang,, lumayan loh buat huting foto dan menikmati birunya laut. ^_^
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 12:10 AM No comments READ FULL POST

Wednesday, February 5, 2014

Pernah dengar mengenai keindahan pantai Bale Kambang?? Hmm,,, pasti sudah familiar ya di telinga kalian mengenai keindahan pantai Balekambang tersebut. Tapi kali ini kita tidak akan membahas mengenai pentai tersebut. Kita akan mengulas mengenai pantai di sebelah pantai Bale Kambang yaitu pantai Ngantep atau biasa disebut orang dengan pantai Religi. Arah pantai ini sama dengan arah ke Pantai Balekambang jadi kalian tidak akan sulit untuk menemukan pantai ini. Cukup ikuti petunjuk arah menuju pantai Bale Kambang, setelah masuk di wilayah hutan dekat dengan pantai,nanti di pertigaan jalan kalian tinggal pilih belok ke kiri. Untuk menuju ke pantai Bale Kambang cukup lurus saja. Bila ingin ke pantai Kondang merak belok kanan. Di masing-masing jalan di pertigaan tersebut sudah ada plakat namanya, jadi kalian akan lebih mudah mencarinya. Pantai Ngantep sering disebut-sebut sebagai pantai religi karena di wilayah pantainya terdapat makam yang biasa di datangi orang untuk berziarah. Pesisir di pantai ini membentang sangat panjang dengan pasirnya yang berwarna kecoklatan. Pengunjung di pantai ini tergolong banyak dan ramai karena akses jalan menuju pantai ini juga tidak terlalu makadam seperti di kondang merak.

Kebetulan pada saat itu kami ke pantai Ngantep ini bukan melalui jalur Bale Kambang, tetapi melalui jalur pantai Bajul Mati. Rencana awal kami akan berkunjung ke pantai yang belum ada namanya di sebelah pantai Bajul mati yang konon katanya pemandangannya sangat indah. Dan terbukti memang benar-benar indah pantainya. Namun kami sendiri tidak tahu nama pantai tersebut, karena tampaknya pantai tersebut memang belumdibuka untuk umum. Hanya beberapa orang saja yang tahu mengenai pantai ini. Nah, setelah berkunjung ke pantai tak bernama tersebut, kami melanjutkan perjalanan ke pantai ngantep dengan blusukan melewati jalur makadam yang ada di kiri jalan. Kami terus saja lurus mengikuti jalan makadam tersebut. Lama dan sangat lama itu yang saya rasakan waktu itu. Selain jalannya yang naik turun, juga kondisi jalan yang masih makadam sangat extrem untuk dilewati apalagi jika musim hujan tiba. Dengan penuh kesabaran, kami terus menyusuri jalan makadam tersebut berharap ada petunjuk arah ke pantai ngantep, namun nihil. Dikanan kiri jalan hanya ada hutan dan ilalang. Namun ada beberapa orang yang lewat jalan tersebut juga. Sambil menyusuri jalan, jika ada orang yang lewat kami pun bertanya pada mereka di mana pantai ngantep berada dan kata mereka "masih jauh mas, lurus saja ikuti jalan". Weleh-weleh,,, masih jauh ternyata, seperti jalan tak berujung.


Indahnya pantai Ngantep Malang
Dan pada akhirnya setelah cukup lama melintasi jalan makadam tersebut, sampailah kami di pertigaan jalan. Plakat pantai ngantep mengarah ke arah kiri. Kami langsung belok kiri dan tak sabar menuju pantai tersebut. Dan sampailah kami di pantai ngantep tersebut. Kedatangan kami langsung disambut si tukang parkir. Kami pun memarkirkan kendaraan kami, dan segera berjalan kaki menuju pantai. Angin semilir-semilir menyerbu kami, wah,, segernya.. Sesampainya di pesisir pantai, banyak oang yang berjajar duduk di pinggir pantai. Kebetulan pada saat itu hari libur, jadi pengunjungnya pun sangat banyak. Saya langsung menuju pantai untuk main air. Air laut di pantai ini bening dan biru. Hanya saja jika ombak datang, airnya akan bercampur dengan pasir dan terlihat keruh. Pantai ini termasuk salah pantai yang indah selain bale kambang dan kondang merak. Kalian perlu coba datang ke sini. Di pantai ini ombaknya agak kencang, sehingga banyak orang yang datang ke sini untuk berselancar.
Gulungan ombak


Seperti biasa, kami ke pantai selain untuk liburan dan main air pasti tidak lupa hunting foto, hehe.... Pemandangan di pantai ini cukup indah dengan gulungan ombak yang besar, ditambah gugusan karang-karang disekeliling pantainya. Setelah puas berkeliling di sekitar pantai, kami pun naik ke atas makam yang ada di sebelah pantai. Kami ke sana bukan untuk ziarah, tapi untuk menuju ke pantai yang kedua di pantai ngantep ini. Menurut informasi yang saya dapat, terdapat satu pantai yang agak sepi selain pantai ngantep yang pertama. Letaknya di balik makam tersebut. Untuk mengurangi rasa penasaran saya, kami pun mencoba ke sana. Dan benar saja, setalah naik tangga makam, kemudian turun ke arah berlawanan, kami cukup berjalan sebentar di sana. Dan sudah kami temui tepi pantainya. Pantai Ngantep yang kedua ini memang sepi tidak seramai pantai yang pertama. Pesisir pantainya pun tidak sepanjang yang pertama karena di kelilingi oleh bukit-bukit karang sehingga pantainya berjarak pendek. Pemandangannya pun sama indahnya dengan yang pertama. Di pantai ngantep yang kedua ini, terlihat di atas karangnya banyak orang yang memancing.
Makam untuk ziarah
Main air
 Setelah puas di pantai yang kedua, kami pun beranjak dari sana dan bersiap-siap untuk pulang karena hari sudah semakin sore. Sekian kisah kami di pantai Ngantep malang. Ada yang tertarik untuk berkunjung ke pantai ini??? Silakan datang... ^_^ Salam.
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 9:42 PM 1 comment READ FULL POST

Tuesday, February 4, 2014

View pantai Serang Blitar
Hai,, hai,, masih nongkringin blog saya yah?? hehe.. Ok lanjut cerita sebelumnya setelah berkelana di pantai pasir putih Peh Pulo, kita beralih ke pantai Serang. Pantai Serang berada satu lokasi dengan pantai Peh Pulo. Namun keindahan pantainya sangat berbeda jauh kawan. Jika di pantai Peh Pulo kita bertemu dengan hamparan pasir putih yang berkilauan dan indah. Di pantai Serang kita bertemu dengan hamparan pasir berwarna kecoklatan. Jika di pantai pasir putih Peh Pulo kita bertemu dengan air laut yang hijau kebiruan dengan ombak yang begitu kencang, di pantai Serang kita akan bertemu dengan air laut yang agak kekuningan karena bercampur dengan pasir. Dan jika di pasir putih Peh Pulo hamparan pasir yang disuguhkan berjarak pendek karena dikelilingi oleh bukit, di pantai Serang kita bisa melihat hamparan pasir yang membentang luas dari ujung ke ujung. Di Pantai Serang ini pemandangan yang disuguhkan adalah pemandangan hutan cemara di mana di sekeliling jalan di sekitar pantai banyak pohon cemara dengan warnanya yang hijau asri. Adanya pohon-pohon cemara ini menambah keindahan pantai ini. Juga digunakan sebagai penghijauan di sana. Pantai Serang ini sudah dikelola oleh pemerintah dan penduduk setempat, jadi petunjuk jalan menuju pantai ini sangatlah banyak. Juga fasilitas yang diberikan sudah memadai, seperti adanya toilet atau kamar mandi, warung-warung makan untuk pengunjung, serta beberapa warung yang menjual accessoris pantai atau oleh-oleh yang bisa di beli oleh pengunjung. Juga terdapat mushola untuk tempat kita beribadah. Untuk masuk ke pantai ini kita perlu merogoh saku sebesar Rp. 3000/orang. Untuk biaya sepeda motor masuk sekitar Rp. 1.000/motor. Dan untuk biaya parkir sekitar Rp. 2.000/motor.
Ombaknya kencang 
Banyak sampah plastik disekitar tepi pantai
Pemandangan pohon cemara di pinggir pantai
Untuk menuju ke pantai ini, kita tidak perlu susah melewati jalan makadam seperti ketika menuju ke pantai Peh Pulo. Jalan ke pantai ini kondisinya sangat baik karena jalannya sudah beraspal dan cukup luas sehingga mobil pun bisa dengan mudah menuju pantai ini. Sayangnya perawatan untuk pantai ini belum dikelola dengan baik, masih banyak sampah-sampah berserakan disekitar pantai. Membuat keindahan pantai ini berkurang. Sebaiknya pemerintah kota Blitar harus lebih memperhatikan kondisi tempat wisatanya. Karena bagi kami pengunjung yang datang dari luar kota Blitar, tentu saja berharap tempat wisata yang kami kunjungi kondisinya baik, sehingga memberikan rasa puas bagi semua pengunjung baik dari dalam maupun dari luar kota Blitar. Sehingga potensi alam yang ada di Blitar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas di luar sana.
view disekitar pantai Serang
View warung dan tempat parkir disekitar pantai
Okey, setelah di atas kita membahas sedikit mengenai kondisi real pantai ini, sekarang kita mulai menjelajah pantai ini lebih dekat. Setelah sampai di pantai Serang ini, kami langsung ngibrit ke bibir pantai. Sebenarnya dari awal berangkat, saya ingin sekali bermain air laut, jebar jebur di laut sambil menikmati pemandangan. Tapi karena kondisi air laut yang berwarna keruh kekuningan dan ombak yang begitu kencang, saya urungkan niat saya untuk main air. Sebenarnya sih, agak kecewa waktu tahu air lautnya keruh seperti itu, tapi karena sudah terlanjur datang jauh- jauh ke sana, akhirnya saya mencoba unutk menikmati liburan kami. Karena tidak jadi mandi di laut, maka kami hanya berjalan-jalan disekeliling pantai. Kami menuju ujung pantai di dekat muara sungai. Batu-batu karang yang berjajar di pinggir pantai terlihat begitu indah dengan pantulan cahaya matahari siang. Dan kami pun langsung mengambil moment untuk foto-foto di sana. Pemandangan di sekitar karang cukup indah kawan, ditambah batu-batu besar yang ada disekitar pantai menambah indahnya view di sana. Di beberapa lubangan air di pasir juga terdapat ikan kecil-kecil yang begitu banyak. Wow,,, like it. Seketika saya pun mulai menikmati pantai tersebut dengan melihat keindahan-keindahan yang tersembunyi di balik keruhnya air laut.
Indahnya batu karang di Pantai Serang 



Pengunjung di pantai ini tergolong lumayan banyak, daripada di pantai Peh Pulo. Namun tidak terlihat ada yang mandi di laut. Mungkin karena ombaknya begitu kencang sehingga mereka enggan bermain di laut. Para pengunjung lebih banyak menikmati pantai ini dengan duduk-duduk di pinggir pantai atau sekedar mengambil gambar dan berfoto-foto ria di sana. Ada juga yang terlihat memancing dari atas karang.




Setelah selesai berfoto-foto ria, kami kembali ke pinggiran pantai untuk beristirahat sejenak. Menikmati semilir angin laut yang berhembus. Keadaan di sekeliling pantai semakin siang semakin sepi. Tidak terlihat lagi ada pengunjung yang riwa-riwi disekitar pantai. Sepertinya semua pengunjung sedang beristirahat di bawah pohon-pohon disekitar pantai karena panasnya matahari. Setelah puas beristirahat, kami langsung berbenah dan beres-beres untuk bersiap pulang. Dan setelah semua bersiap dari tempat parkir, si tukang parkir memberitahukan kami bahwa ban sepeda kami bocor. Untunglah di sekitar pantai tersebut ada tambal ban, maka kami segera mendatangi tukang tambal ban tersebut. Sepertinya ban kami bocor setelah perjalanan dari Pantai Peh Pulo, karena kondisi jalan di pantai Peh Pulo sangat tidak bersahabat. Dan, kami memang kurang beruntung mungkin pada waktu itu, karena tambal ban yang kami kunjungi, orangnya tidak ada. Setelah bertanya pada orang sekitar, akhirnya kami menuju tukang tambal ban yang letaknya lumayan jauh dari pantai. Sampai di daerah persawahan penduduk, kami menemukan tempat tambal ban tersebut. Namun tidak terlihat ada sosok laki-laki di sana. Dan kami pun bertanya pada mbak-mbak yang sedang ngrumpi di depan rumahnya tersebut. "Mbak disini bisa tambal ban?" "iya mas, bisa" kata si mbak menjawab. Alhamdulillah, akhirnya kami menemukan tempat tambal ban juga. Setelah itu mbak tersebut langsung masuk rumah, mungkin sedang memanggil si tukang tambal ban. Dan tidak beberapa lama, si mbak keluar dari rumah dengan membawa kotak besi. "Sepedanya bawa masuk sini mas" ucap si mbak. Dan kami pun langsung masuk ke teras rumah si mbak tersebut. Dan seketika saya pun mulai melongo melihat, ternyata si tukang tambal ban tersebut ya si mbak itu. Dilihat dari tampilannya, si mbak ini usianya masih muda, mungkin masih di bawah 30 tahun. Wajahnya cantik dan manis dengan tubuh yang mungil. Orangnya pun ramah. Sambil nambal ban, dia bercerita tentang pantai-pantai yang ada di sana. Juga bercerita sedikit tentang keluarganya.
View air laut dari depan
Pasir yang coklat kehitaman


Si mbak tambal ban yang cantik
Setelah selesai nambal ban, kami melanjutkan perjalanan pulang. Hari sudah semakin sore, kami pun melaju dengan kencang. Setelah keluar dari pelosok desa di sana, kami mulai memasuki kota Blitar. Di salah satu pom bensin kami berhenti untuk mengisi bensin dan menunaikan ibadah sholat. Selesai sholat, kami pun mulai melaju kembali. Namun belum sampai keluar jauh dari pom bensin tersebut, motor kami kembali bocor. Aarrghh.. OMG!! sepertinya ban yang ditambal si mbak tadi bocor lagi. Pikir kami begitu. Untunglah tepat di depan pom bensin ada bengkel. Kami langsung menyebrang jalan dan menambalkan ban kami di bengkel tersebut. Ternyata ada paku yang menancap di ban kami sehingga bannya bocor. Oh, pantas saja bannya bocor terus. Dua kali musibah ban bocor yang menimpa kami membuat perjalanan kami semakin terasa lama. Hari sudah hampir menjelang magrib dan kami masih berada di Blitar. Seusai penambalan ban selesai, bismillah,, semoga perjalanan kami lancar dan tidak terhambat lagi (doa saya di dalam hati). Dan kami pun melaju cukup kencang dalam perjalanan pulang. Dan alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat walaupun sampainya sudah dini hari.

Sekian cerita mbolang kami di Kabupaten Blitar. Semoga bisa jadi refrensi kalian bagi yang igin berkunjung ke kota ini. Salam.. ^_^
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 9:50 PM No comments READ FULL POST

Monday, February 3, 2014

Hari libur kali ini, karena ingin merasakan deburan ombak dan angin sepoi-sepoinya pantai, maka kami mengisinya dengan berkunjung kepantai di kabupaten Blitar Jawa Timur. Karena kami belum tahu lokasi dan wisata apa saja yang ada di Blitar, maka kami pun sibuk searching-searching mengenai wisata Blitar. Dan kami dapatkan beberapa nama pantai di sana seperti pantai Tambak Rejo, Gondang Mayit, pantai Serang, pantai Legundi, Pantai Peh Pulo dan pantai Umbul Baros. Pantai Tambak Rejo sepertinya merupakan pantai yang paling terkenal di Blitar. Mungkin karena pemandangannya yang bagus, juga air lautnya yang bening dan dijadikan tempat bersandar perahu-perahu nelayan juga seperti semacam pelabuhan, sehingga yang sangat ramai di kunjungi pengunjung. Pantai Gondang Mayit juga merupakan pantai yang memiliki keindahan luar biasa, selain tempatnya di balik bukit dan terpencil, pemandangannya juga indah. Ditambah air laut yang bening dan pasirnya putih. Namun kedua pantai ini kalo ditelusuri dari google map, sangatlah jauh jangkauannya dari Surabaya. Maka kami memutuskan untuk mencari pantai yang lebih dekat,dan akhirnya kami mengambil keputusan untuk berkunjung ke pantai Peh Pulo. Pantai dengan pasir putih yang katanya pemandangan pantainya bagus dan indah.Setelah selesai mencari info tentang pantai tersebut, kami pun mulai bersiap-siap ke sana. 
Di pantai ini kita bisa camping
Pesisir pantai Peh Pulo
Ada yang jualan bakso di sini
Istirahat makan dulu
Kami berangkat dari Sidoarjo pada pukul 04.50 pagi dan tiba di Malang pada pukul 06.15 wib. Kami melewati jalur Malang untuk menjemput teman kami. Setelah semua terkumpul, kami pun langsung berangkat menuju ke Kabupaten Blitar via bendungan Karangkates. Begitu sampai di jembatan bendungan Karangkates, kami berhenti sejenak untuk berfoto-foto ria di sana dan menikmati pagi yang indah di sana. Bendungannya luas dan indah, kapan-kapan main ke situ ah,, dalam hati saya bergumam.. xixixi. Okey, setelah puas foto-foto dan melihat pemandangan, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Blitar. Kami sampai di kabupaten Blitar pada pukul 08.00 dan mulai masuk kawasan pantai pada pukul 09.00. Karena masing-masing dari kami tidak pernah ke sana dan tidak tahu arah jalan, maka kami cuma bisa mencari arah jalan lewat map yang ada di HP. Juga sesekali bertanya pada orang yang dipinggir jalan. Kami berharap ada plakat petunjuk jalan menuju pantai Peh Pulo, ternyata tidak ada sama sekali kawan. Yang ada hanya petunjuk jalan menuju pantai Serang. Dan karena sepertinya arah pantai peh Pulo sejalur dengan pantai Serang, maka kami pun mengikuti plakat menuju pantai Serang. Kami terus mengikuti jalan beraspal menuju pantai Serang sampai pada akhirnya kami berhenti di percabangan jalan. Di tengah jalan tersebut tertuliskan belok kiri pantai pasir putih, belok kanan pantai Serang. Akhirnya kami memilih untuk belok ke kiri menuju pantai pasir putih berharap ada petunjuk jalan menuju pantai Peh Pulo. Setelah cukup jauh menyusuri jalan tersebut, kami bertemu jalan bercabang kembali dengan tulisan yang sama. Belok kiri pasir putih, dan belok kanan pantai Serang. Dan kami tetap memilih untuk belok kiri menuju pantai pasir putih. Akhirnya setelah beberapa menit berjalan, kami menemui percabangan jalan lagi. Kali ini tulisan di papan yang terbuat dari kayu seadanya tersebut berbeda dari sebelumnya. Di situ tertuliskan belok kiri Peh Pulo sedangkan belok kanan pasir putih. Dan spontan kami langsung mengambil arah kiri untuk menuju pantai Peh Pulo. Senangnya kami, akhirnya ada petunjuk jalan juga menuju pantai Peh Pulo.
Ombak yang begitu kencang
Beautiful beach

Memasuki kawasan desa Peh Pulo, kami melewati sawah-sawah penduduk, sampai akhirnya mulai masuk ke kawasan dengan pohon-pohon yang besar di kanan kiri jalan. Kondisi jalan sangat rusak dan becek sehingga kalian harus berhati-hati melewati jalan tersebut. Mobil tidak direkomendasikan untuk masuk ke kawasan ini, karena kondisi jalan yang sepertinya tidak memungkinkan untuk dimasuki mobil. Selain itu, keadaan di sekitar begitu sepi, hanya ada beberapa rumah pnduduk di sana. Ketika kami lewat, kami juga berpapasan dengan beberapa orang yang tampaknya akan pulang dari pantai. Tetapi mereka semua berjalan kaki. Sepertinya mobil mereka di parkir di depan. Wow,, pasti sangat melelahkan jalan kaki sejauh itu. Saya saja yang di gonceng naik sepeda motor juga lelah karena melewati jalan yang cukup extrem seremnya. Sesampainya di tengah alang-alang jalan, kami mulai melihat deburan ombak dari atas jalan. Dan sepertinya pantai sudah mulai dekat. Kami melanjutkan perjalanan terus menuju pantai. Dan alhamdulillah, sampailah kami di Pantai Peh Pulo. 
Pasir putih Peh Pulo
Batu Karang
si Andi lagi Mejeng
Lagi main Ombak
Pasir di Pantai Peh Pulo ini putih dan bersih dengan dikelilingi bukit di sekitarmya. Pemandangan yang disuguhkan di pantai ini memang indah dengan karang-karang di pojokan pantai yang dikelilingi oleh hutan bakau. Air lautnya memang tidak terlalu bening, tapi cukup bagus dengan warna hijau kebiru-biruan dan eksotisnya gelombang air yang indah. Ombak di Pantai ini tergolong besar sehingga untuk bermain air di sini harus berhati-hati. Kami sampai di pantai ini pada pukul 10.00. Keadaan di pantai ini tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa pengunjung yang datang. Sepertinya memang selain pantainya tidak terlalu terkenal namanya, juga kondisi jalan yang cukup menyeramkan itu yang menyebabkan pantai ini sepi. Tetapi walaupun sepi, ada yang jualan Bakso loh di sana dan orang tersebut merupakan satu-satunya penjual bakso di sana. Di pantai ini tidak ada fasilitas yang bisa kita dapatkan seperti kamar mandi, warung-warung makan dan lain sebagainya. Pantainya masih terlihat alami dan belum dikelola. Dan mungkin lebih baik seperti itu agar alamnya bisa terjaga dan tidak tercemar. Untuk masuk ke pantai ini juga kita tidak perlu membayar, tidak ada penarikan tiket. Tidak ada penjaga, tidak ada penduduk, jadi benar-benar pantai yang masih alami. 
Menikmati indahnya batu karang dan ombak 
Hijaunya lahan disekitar pantai
Setelah sampai di sana, saya mulai menikmati pemandangan dan berkeliling di sekitar pantai sambil berfoto-foto ria sedangkan dua teman saya langsung ngibrit mendatangi si tukang bakso. Sudah kelaparan mungkin. Maklum lah, kami berangkat memang pagi-pagi sekali, jadi belum sempet sarapan.  . Dan tiba-tiba hujan mulai turun di sana, wah,,, kok hujan sih??? Hmm,,, yang saya takutkan jika hujan turun bukan karena saya takut kehujanan tapi justru takut melihat kondisi jalan yang jika diguyur hujan pasti semakin memburuk. Waduh,,, dalam hati saya berharap semoga hujannya segera reda. Dan beberapa menit kemudian, hujannya benar-benar reda. Dan kami pun kembali ke pantai untuk berfoto-foto ria. Duh,, namun baru beberapa menit, hujan kembali turun, dan kami pun kembali ngiyup di warung bakso tersebut. Setelah menunggu beberapa menit, kami pun langsung bersiap-siap meningggalkan pantai Peh Pulo. Kami berencana pergi ke pantai pasir putih. Dan kami kembali ke percabangan jalan untuk menuju petunjuk jalan ke arah pantai pasir putih. Setelah mengikuti petunjuk jalan menuju arah pantai pasir putih, kami terus melaju dengan santai dan sampai pada perempatan jalan. Dan begitu kagetnya kami, loh, kok ke jalan ini lagi??? Ternyata dari tadi kami hanya berputar-putar di jalan yang sama sewaktu ke Pantai Peh Pulo. Dan ternyata pantai pasir putih yang dimaksudkan di percabangan jalan tersebut adalah Peh Pulo. Duh, kenapa gak ditulis sejalur aja sih?? Tau gitu kan gak harus bolak balik?? Yah begitulah kawan bila kita tidak terlalu tahu informasi... xixixi. 
Perahu nelayan
Nemu kepiting yang cantik
Banyak uletnya paling
Jadi jika kalian ingin menuju pantai Peh Pulo ini, penduduk sekitar menyebutnya dengan pantai pasir putih dengan nama desa Peh Pulo. Jadi jika disambung nama pantai ini adalah pantai pasir putih Peh Pulo. Jadi jangan sampai salah ambil jalan. Jika kalian menemui percabangan jalan dengan pilihan kiri Peh Pulo dan kanan pasir putih, pilihlah pasir putih, karena jalannya lebih singkat dan enak ketimbang lewat peh pulo yang harus berputar dulu di area persawahan penduduk. Dan setelah berputar-putar di jalan tersebut, kami memutuskan untuk berkunjung ke pantai sebelahnya yaitu di Pantai Serang. Mau tau kelanjutan mbolang kami di pantai Serang Blitar??? Tetap ikuti kisah Haya zone selanjutnya di next artikel.. See u,,, ^_^ 
Posted by Indah-haya.blogspot.com On 1:06 AM No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

My Fans

    Blogger news

    Blogroll

    About