Friday, February 7, 2014

Pulau Serangan Bali
Pulau Serangan dulunya merupakan sebuah pulau terpencil yang terpisah dengan daratan di pulau Dewata Bali. Dan pada periode presiden Soeharto terdapat sebuah proyek pembangunan di pulau Serangan dan jalan menuju pulau Serangan ini dibangun diatas tanah kapur sehingga terhubung dengan pulau Bali. Dulu, untuk menuju pantai ini harus menyebrang laut menggunakan perahu-perahu nelayan. Namun sekarang tidak lagi. Pulau Serangan ini terkenal dengan nama tempat penangkaran penyu. Akses ke pantai ini cukup dekat dengan kota Denpasar Bali. Untuk ke pantai ini kita akan melewati hutan bakau di sepanjang jalan (Mangrove Bali). Setelah itu kita akan melewati sebuah danau atau sungai yang pemandangannya sangat indah. Sebelum memasuki kawasan pulau Serangan ini, kalian harus membayar tiket masuk terlebih dahulu di pos jaga dengan membayar Rp. 3.000/org. Setelah itu kalian akan mulai masuk di kawasan jalan diatas tanah kapur yang bergelombang. Panas matahari dan debu dari tanah kapur akan jadi pemandangan di sepanjang jalan. Di pinggir jalan menuju pulau Serangan ini dikelilingi pohon cemara sebagai penghijauannya. Bagi orang awam seperti saya ini, kami menyebutnya sebagai Pantai Sankenan karena berada di daerah Sankenan Bali. Konon katanya di sana juga ada Pure bernama Pure Sankenan. Pantai di Pulau Serangan ini sangat indah dan mempesona dengan pasirnya yang putih. Air lautnya bening dan biru, juga pemandangan di sekitarnya yang begitu indah. Hanya saja pasir di pantai ini tidak halus karena banyak pecahan-pecahan karang dan kulit kerang di sana. Juga air lautnya sangat dangkal sehingga kita bisa bermain -main di air laut sampai jarak yang cukup jauh di tengah laut. Namun dasar dari lautnya tidak seluruhnya pasir melainkan terumbu karang dan bebatuan. Juga banyak ganggang dan rumput laut yang mengelilingi lautnya sehingga kita perlu berhati-hati jika bermain di air. Ombak di pantai ini cukup tenang sehingga mirip dengan sebuah danau. Di pulau Serangan ini juga terdapat perahu-perahu penduduk di tengah laut yang tampak beraktifitas pada siang hari. Sayangnya, fasilitas di pantai ini belum memadai karena di kamar mandinya tidak terdapat adanya air tawar. Semua airnya asin, alias air laut sehingga jika ingin mandi di sana agak susah. Kalau masalah makan, kalian jangan khawatir karena di sana sudah ada beberapa warung yang buka menjajakan beberapa macam makanan dan minuman.
Indahnya view di pantai Pulau Serangan
Beningnya air laut di pulau Serangan
Mempesona
Kami berangkat ke pulau Serangan ini pada siang hari. Ketika sampai di pantai ini, wow,.. lautnya benar-benar biru. Suasana di pantainya pun sangat sunyi dan tenang. Selain kami, ada beberapa bule yang juga sedang berlibur di sana. Sebelum bermain air, kami mampir ke warung disekeliling pantai tersebut untuk makan siang. Kami memesan nasi goreng dan segelas es teh. Setelah selesai makan, saya langsung berlari ke patai dan bermain air di sana. Duh,, segernya, padahal saat itu matahari sedang terik-teriknya tapi setibanya di laut terasa sejuk dengan hembusan angin yang semilir. Air lautnya memang sangat bening, namun banyak ganggang atau tumbuhan laut yang mengelilingi sehingga beningnya laut di sana terhalangi. Namun, kita masih bisa berendam dan bermain air disini karena air lautnya sangat dangkal. Saya sendiri sangat menikmati berendam di sana. Ada beberapa anak kecil juga yang asyik bermain air di sana.
Tempat bersantai di Pulau Serangan
Warung yang berjualan di Pulau Serangan
Sarapan kami di Pulau Serangan Bali
Anak kecil yang bermain air
Wah benar-benar berasa di rumah sendiri saat di pantai pulau serangan pada waktu itu. Berendam berjam-jam tidak terasa sama sekali. Bahkan hari sudah sore pun tidak terasa sampai airnya mulai surut. Saya tetap saja berendam, benar-benar bisa menikmati jalan-jalan di Bali tanpa harus terikat waktu. Namun, karena air semakin surut saja sore itu, dan hari juga semakin akan malam, kami pun bergegas mentas dari laut dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Yah, sampai dikamar mandi, saya jebar jebur saja ingin mandi dengan air tawar ternyata, airnya juga asin kawan. OMG!! ternyata air laut juga, akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk mandi. Saya hanya mencuci muka dan ganti pakaian saja. Setelah itu kami pulang menuju rumah untuk bersih-bersih diri dan bersiap belanja di pasar Bali.  
Berendam dan relaxasi di pantai
View senja di danau menuju pulau Serangan Bali
Danau Sankenan menuju pulau Serangan
Jika kalian jalan-jalan ke Bali, masukkan daftar pantai ini dalam wisata kalian, karena pantai ini patut direkomendasikan jadi tujuan wisata juga. Sekian petualangan saya di pulau Serangan ini. Sampai ketemu lagi di wisata Bali yang lainnya. Salam...   
Reaksi:
Posted by indah haya On 8:11 PM No comments
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

My Fans

    Blogger news

    Blogroll

    About